Pilkada Serentak 2020
Akhyar Nasution Nyebrang ke Demokrat di Pilkada Medan, Deddy Sitorus: Kenapa PDIP Tak Mau Pakai Lagi
Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus memberikan tanggapan terkait fenomena menyeberangnya Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution ke Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus memberikan tanggapan terkait fenomena menyeberangnya Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution ke partai lain.
Dilansir TribunWow.com, Akhyar Nasution yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP itu diberitakan sudah membelot ke Partai Demokrat.
Hal itu diyakini merupakan langkahnya untuk bisa tetap maju di Pilkada Kota Medan 2020.

• Tak Ingin Zalim soal Isu Dinasti Politik, Deddy Sitorus Buktikan dengan Megawati dan Puan Maharani
Karena seperti yang diketahui, jalan Akhyar Nasution untuk tetap menuju Pilkada Medan melalui PDIP sudah tertutup.
PDIP telah menjatuhkan rekomendasinya kepada menantu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution.
Di Pilkada 2020 nantinya, Akhyar Nasution akan dipasangkan dengan kader dari partai koalisi PKS, yakni Salman Alfarisi untuk menantang Bobby Nasution.
Menanggapi hal itu, Deddy Sitorus mengatakan bahwa PDI adalah partai yang terbuka, sehingga dinamika politik apapun bisa terjadi.
Dirinya juga menjelaskan bahwa sumber rekrutmen bukan hanya dari partai itu sendiri, melainkan juga berasal dari elemen-elemen masyarakat lainnya yang dianggap mumpuni.
"PDI Perjuangan ini partai terbuka, kita memahami bahwa partai politik hanya salah satu sumber rekrutmen pemimpin politik," ujar Deddy Sitorus.
"Kita tidak bisa begitu ekslusif sehingga hanya partai kita," imbuhnya.
"Kita harus sadar bahwa di birokrasi banyak potensi pemimpin, di TNI-Polri juga banyak, di kampus-kampus banyak, di kalangan pengusaha ekonomi juga banyak," jelasnya.
• Bantah Diminta Mundur dari Pilkada karena Dinasti Politik, Ipar Jokowi Singgung Gibran dan Bobby
Sedangkan untuk mundurnya Akhyar dari PDIP, Deddy Sitorus mengatakan bahwa pertanyaannya bukan mengapa meninggalkan PDIP.
Menurutnya yang benar adalah kenapa PDIP tidak mau memakai lagi pada kesempatan selanjutnya, padahal seperti yang diketahui dia merupakan seorang petahana.
Dikatakannya untuk alasan kenapa tidak lagi memakai Akhyar Nasution, Deddy Sitorus kembali menegaskan bahwa PDIP adalah partai yang terbuka dan tidak hanya terfokus pada kadernya sendiri.
"Terkait Medan saya kira yang harus ditanya mengapa meninggalkan PDIP, salah itu pertanyaan," katanya.