Terkini Nasional

Buron Kasus Korupsi Djoko Tjandra Lolos Buat E-KTP, ICW Kecewa: Suatu Hal yang Menyedihkan

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun menyoroti lolosnya buron kasus korupsi Djoko Tjandra saat membuat KTP elektronik.

KOMPAS/Danu Kusworo/Ign Haryanto
Kolase foto terdakwa dalam kasus cessie Bank Bali, Djoko S Tjandra. 

TRIBUNWOW.COM - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama S Langkun, menyoroti lolosnya buron kasus korupsi Djoko Tjandra saat membuat KTP elektronik.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan saat dihubungi dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa (7/7/2020).

Djoko Tjandra diketahui menjadi terdakwa kasus tindak pidana korupsi terkait dengan pencairan tagihan Bank Bali melalui cessie yang merugikan negara sebesar Rp 940 miliar pada 2000 lalu.

Peneliti ICW Tama S Langkun mengkritik lolosnya buron kasus korupsi Djoko Tjandra saat membuat e-KTP, dalam Sapa Indonesia Malam, Selasa (7/7/2020).
Peneliti ICW Tama S Langkun mengkritik lolosnya buron kasus korupsi Djoko Tjandra saat membuat e-KTP, dalam Sapa Indonesia Malam, Selasa (7/7/2020). (Capture YouTube Kompas TV)

Punya Permintaan ke Jokowi, Novel Baswedan: Apakah Negara Sedang Benci Pemberantasan Korupsi?

Ia kemudian terdeteksi membuat e-KTP di Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020.

Menanggapi kasus tersebut, Tama mengaku kecewa dengan kurang sigapnya pihak Dukcapil berkoordinasi dengan aparat terkait.

Sebelumnya pihak Dukcapil berkilah tidak mendapat pemberitahuan tentang nama-nama yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Tentu saja yang pertama ini suatu hal yang menyedihkan karena lagi-lagi menunjukkan ketidakberdayaan negara menghadapi koruptor, khususnya buronan," komentar Tama S Langkun.

Ia menyoroti besarnya kasus Djoko Tjandra yang berulang kali lolos dalam pengadilan.

"Dalam hal ini saya melihat ini sudah menjadi isu publik. Semua orang paham, artinya mengetahui bagaimana Djoko Tjandra itu sebagai buron," papar Tama.

Tama mengkritik data yang dimiliki setiap institusi seringkali tidak sinkron.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Sumber: Kompas TV
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved