Breaking News:

Virus Corona

Pasien Virus Corona Meningkat, 47 Tenaga Medis 'Menghilang', RS Beroperasi Hanya dengan 5 Dokter

Sebuah rumah sakit swasta di Shivajinagar, India, kewalahan merawat pasien Covid-19 yang membludak.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Freepik
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19. Sebuah rumah sakit swasta di Shivajinagar, India, kewalahan merawat pasien Covid-19 yang membludak. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah rumah sakit swasta di Shivajinagar, India, kewalahan merawat pasien Covid-19 yang membludak.

Hal ini diperparah dengan para staf rumah sakit yang menghilang saat dibutuhkan.

Disinyalir para perawat dan dokter tersebut tidak mau menangani pasien Covid-19 yang jumlahnya makin melonjak karena takut tertular.

Pasien dan keluarganya di Gorakhpur, India
Ilustrasi fasilitas Kesehatan India. Seorang ibu dengan putranya di rumah sakit daerah Gorakhpur (European Pressphoto Agency)

Pria Tewas setelah Ditolak 18 Rumah Sakit karena Bergejala Covid-19, Meninggal di Depan Pintu RS

Aniaya dan Lakukan Kekerasan Seksual pada Tahanan di Penjara hingga Tewas, 5 Polisi India Ditangkap

Dilansir Times of India, Senin (6/7/2020), Rumah Sakit HBS Shivajinagar yang memiliki 20 perawat dan 44 dokter tersebut, sekarang hanya beroperasi dengan 5 dokter dan 12 perawat.

Jumlah tersebut tentu saja tidak sebanding dengan banyaknya pasien yang harus mendapat perawatan di rumah sakit tersebut.

Terutama, mereka yang masih harus berjuang untuk menyembuhkan diri dari infeksi Virus Corona dan membutuhkan perawatan yang intensif.

Hal ini membuat pengelola rumah sakit tersebut, Dr Taha Mateen, merasa geram dan membuat rekaman pernyataan yang kemudian diunggahnya di media sosial.

“Di mana para dokter? Mereka semuanya ada di WhatsApp. Saya mendesak semua dokter untuk keluar dan menjalankan tugas mereka, ” ujar Mateen dari ruang ICU, Minggu (5/7/2020).

Karena sejumlah petugas kesehatan tidak hadir, rumah sakit tersebut berjuang untuk merawat pasien ICU dengan hanya satu atau dua staf.

Diketahui, Rumah Sakit HBS memiliki delapan pasien dengan infeksi saluran pernapasan akut yang parah.

Mereka telah menunggu hasil tes Covid-19 selama dua hari, sementara enam dari pasien tersebut telah berada di ICU untuk mendapat perawatan intensif.

Kisah Pedagang Sayur di India Dihajar Polisi karena Jualan saat Lockdown, Ngaku Masih Sulit Duduk

Lebih dari 100 Orang India Tewas akibat Tersambar Petir, Dikatakan Masuk Rekor Kematian Tertinggi

"Kami adalah rumah sakit yang menyediakan 80 tempat tidur. Kami memiliki tempat tidur yang cukup untuk merawat pasien Covid-19," tutur Mateen.

"Tetapi kami tidak dapat menerima lebih banyak pasien dengan hanya lima dokter yang bekerja di sini," imbuhnya.

Ia kemudian menuturkan adanya seorang pria yang menderita Covid-19, namun tidak dapat dirawat di rumah sakit karena tak adanya petugas medis.

“Pria itu, yang berusia 40-an, dibawa ke rumah sakit kami sekitar jam 2 pagi. Kami menstabilkan kondisinya. Tingkat saturasi oksigen dalam darahnya adalah 84%, dibandingkan dengan yang normal yaitu 95% ke atas," papar Mateen.

Halaman
12
Tags:
Virus CoronaIndiaCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved