Breaking News:

Kabar Tokoh

Jadi Gubernur Paling Tidak Disukai di Media Sosial, Anies Baswedan: Hari Ini Dipuji, Besok Enggak

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menanggapi survei mengenai dirinya di sosial media.

Youtube/Talk Show tvOne
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menanggapi survei mengenai dirinya di sosial media. Hal itu diungkapkan oleh Anies Baswedan di acara Zoom-In tvOne pada Sabtu (4/7/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menanggapi survei mengenai dirinya di sosial media.

Hal itu diungkapkan oleh Anies Baswedan di acara Zoom-In tvOne pada Sabtu (4/7/2020).

Survei itu dilakukan oleh peneliti sosial media Drone Emprit Ismail Fahmi pada sejumlah Kepala Daerah termasuk Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan tanggapan santai terkait hasil survey elektabilitas menuju Pemilu tahun 2024.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan tanggapan santai terkait hasil survey elektabilitas menuju Pemilu tahun 2024. (Youtube/Talk Show tvOne)

 

Sebut Anies Baswedan Lepas Tangan soal PPDB, Ombudsman: Melakukan Kekerasan Terbuka pada Anak

Anies Baswedan menjadi kepala daerah terpopuler di sosial media tetapi paling tidak disukai.

"Gubernur paling populer se sosial media versi analisa Sosmed, tapi paling tidak disukai," singgung presenter pada Anies.

Menanggapi survei itu, Anies mengaku tak masalah.

Menurutnya yang lebih penting adalah kinerjanya di dunia nyata.

"Gini, kalau saya ini merasa lebih penting yang dunia nyata, yang nyatanya dirasakan masyarakat," kata Anies.

Ia lantas mencontohkan kinerjanya mengatasi Covid-19.

Ia merasa penyebaran Covid-19 di Jakarta cukup terkendali.

"Covid misalnya. Maka di dunia nyata apakah terkendali pasiennya bisa disembukan apa tidak, nyata lebih penting."

"Karena kalau di sosial media ya tahu sendiri, hari ini dipuji besok enggak," ungkapnya.

Ketua KPA Singgung Peran Anies Baswedan Sikapi PPDB Jakarta: Saya Kira Sangat Paham Dunia Pendidikan

Menurut Anies, survei di sosial media itu hanya bersifat sementara.

Terkadang dirinya dipuji, kadang pula dirinya dikritik.

"Enggak  apa-apa. Karena buat saya angka-angka survei itu potret satu waktu, maka saya mengerjakan amanat melindungi warga itu malah tidak satu hari, tapi minggu, bulan," katanya.

Ia lalu mengungkit kembali bagaimana dirinya mengatasi Covid-19 di awal-awal pandemi tersebut masuk Indonesia.

Awalnya dirinya terus mendapat kritikan atas kinerjanya itu.

Namun, kini justru berubah.

"Coba ingat-ingat dulu ketika bulan Maret ketika kita memutuskan wah itu dikritik, dibully, dibilang berlebihan dan lain, lain, macem-macem sekali."

"Kalau saat itu saya dites popularitas ya jeblok, sekarang tiga bulan kemudian rupanya angka penularan terbesar jadi bulan Maret," katanya.

Jejak Reshuffle Jokowi sejak Tahun 2014, Mulai dari Anies Baswedan hingga Khofifah Indar Parawansa

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved