Terkini Nasional
Soal Kasus Pengintip Payudara di Starbucks, Pakar IT: CCTV Diakses Sembarang Orang?
Pakar IT Pratama Dahlian Persadha menyoroti peran gerai kopi Starbucks yang seharusnya dapat mencegah pengintipan payudara pelanggan melalui CCTV.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Ketua Lembaga Riset Kemanan Siber CISSREC Pratama Dahlian Persadha menyoroti peran gerai kopi Starbucks yang seharusnya dapat mencegah pengintipan payudara pelanggan melalui CCTV.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Jumat (3/7/2020).
Sebelumnya viral di media sosial dua orang pegawai Starbucks mengintip payudara pelanggannya melalui kamera CCTV.

• Ditangkap Polisi, Begini Nasib 2 Karyawan Stabucks yang Intip Payudara Lewat CCTV, Langgar UU ITE
Tindakan mesum itu kemudian menuai kecaman karena dinilai asusila.
Menanggapi kejadian itu, Pratama menilai pihak manajemen Starbucks seharusnya memiliki aturan yang jelas tentang siapa saja yang berhak mengakses ruang CCTV.
Awalnya, ia mengomentari pemasangan CCTV yang umum dilakukan pemilik usaha.
"Kalau di lokasi umum, itu kan masih wilayahnya Starbucks. Itu haknya Starbucks," kata Pratama.
Pratama menyoroti aturan yang ditetapkan Starbucks terkait akses ruang keamanannya.
Menurut dia, seharusnya otoritas itu hanya dimiliki pegawai dengan jabatan tertentu.
"Tapi prosedur untuk mengakses server itu menurut saya harusnya hanya boleh diakses oleh manajer atau jabatan yang diberi izin untuk mengakses itu," papar Pratama.
"Kalau tidak, ini jadi diakses sembarangan orang. Ini yang akses staf biasa," ungkapnya.
Menurut Pratama, pihak Starbucks sendiri juga punya andil dalam kasus tersebut.
Ia menilai ada tidaknya aturan Starbucks tentang akses ruang server CCTV harus diusut.
"Kalau misalkan nanti ternyata hasil penyelidikan Kasatreskrim Starbucks enggak punya SOP, ya lebih salah lagi," tegas Pratama.
"Berarti dia lalai tidak membuat aturan itu," lanjutnya.
• Viral Video Pegawai Intip Dada Pelanggan Lewat CCTV, Starbucks Indonesia Sampaikan Permohonan Maaf