Breaking News:

Terkini Nasional

Analisa Pakar Semiotika soal Kemarahan Jokowi: Saya Terbawa Juga Ekspresinya Extraordinary

Pakar Semiotika, Ibnu Hamad memberikan analisa terkait kemarahan yang ditunjukkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap para menterinya.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Kolase Youtube Talk Show tvOne/Sekretariat Presiden
Kolase Pakar Semiotika, Ibnu Hamad dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ibnu Hamad memberikan analisa terkait kemarahan yang ditunjukkan oleh Jokowi terhadap para menterinya. 

Karena Jokowi mau untuk mengakui kekurangan dari kinerja anak buahnya tersebut.

"Itu adalah bentuk leadership yang luar biasa, seperti kita ingat kan tidak ada visi menteri yang ada visi presiden," tegasnya.

"Kemudian dia mengakui bahwa tidak ada hal seprogres yang signifikan, itu luar biasa," sambung Hendri.

Meski begitu, Hendri mengaku merasa ada kejanggalan kenapa momen tersebut baru dibuka ke publik sepuluh hari setelahnya, yakni pada Minggu (28/6/2020).

"Misteri selanjutnya, kenapa baru dimunculkan kemarin, kenapa enggak 18 Juni langsung," kata Hendri.

"Jika supaya rakyat tahu, kenapa menunggu 10 hari," sambungnya.

 Kinerja Menterinya Belum Maksimal, Jokowi Ingatkan sedang dalam Suasana Krisis: Bahaya Sekali Kita

Dirinya lantas menduga bahwa hal itu dilakukan dengan tujuan politik.

Hendri mengatakan bahwa Jokowi dinilai harus menyelesaikan terlebih dulu situasi politik yang ada.

"Dugaan saya, selama 10 hari itu ada hal-hal politis dan reputasi yang diselesaikan dulu oleh Pak Jokowi," ungkapnya.

"Sehingga pada saat dia bicara marah, kemudian rakyat tahu bahwa beliau marah bila kemudian beliau melakukan penyegaran atau perombakan terhadap resuffle terhadap kabinetnya ini tidak ada lagi masalah," jelas Hendri.

Menurutnya, setelah tidak ada lagi kontroversi yang terjadi di politik kabinetnya, maka dinilai aman untuk mengumumkan momen kemarahan Jokowi ke publik.

Hendri menambahkan, terlebih Jokowi dirasa sudah berpengalaman dalam kondisi seperti itu.

"Jadi saya menduga Presiden kan sudah berpengalaman, dia menyelesaikan dulu urusan politisnya,"

"Sehingga pada saat diumumkan ke publik, kemarin (Minggu, 28 Juni 2020) itu sudah selesai, tidak ada lagi kontroversi," pungkasnya.

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Halaman 3/3
Tags:
Presiden Joko Widodo (Jokowi)Ibnu HamadVirus Corona
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved