Virus Corona

Pernikahan Berujung Maut di Semarang, Ibu dan Adik Pengantin Tewas, Begini Nasib Tamu yang Hadir

Pihak keluarga dari pernikahan berujung maut di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang Timur angkat bicara.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi pernikahan.Pihak keluarga dari pernikahan berujung maut di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang Timur angkat bicara pada Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pihak keluarga dari pernikahan berujung maut di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang Timur angkat bicara.

Dikabarkan sebelumnya, pernikahan itu menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona di Semarang.

Saudara pengantin, Muhammad Syaqrun membantah pernikahan itu digelar dengan melanggar protokol kesehatan.

Fakta Baru Pernikahan Berujung Maut di Semarang, Keluarga Bantah Tuduhan Langgar Protokol Kesehatan

Syaqrun mengatakan acara tersebut telah mendapat izin dari kepala desa setempat.

Menurutnya acara itu hanya dihadiri sekitar 20 orang.

"Akad nikahnya diadakan di rumah pengantin. Sudah sepengetahuan Pak Lurah dan Bhabinkamtibmas juga mengawal," kata Syaqrun dikutip dari Kompas.com pada Kamis (25/6/2020).

"Yang datang juga sekitar 19- 20 orang dan sesuai protokol kesehatan," imbuhnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2020).

Syaqrun menceritakan, dua hari setelah akad nikah, yakni pada Sabtu (13/6/2020), adik pengantin mulanya merasa kelelahan hingga dibawa ke RS Agung Semarang.

Saat diuji dengan rapid test, adiknya itu dinyatakan tidak reaktif Virus Corona.

Namun, ada flek di paru-paru hingga akhirnya memilih menjalani swab test.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved