Breaking News:

Mayat Terbakar di Mobil

Kondisi Aulia Kesuma setelah Divonis Hukuman Mati, Kuasa Hukum: Depresi, Ada Keinginan Bunuh Diri

Aulia Kesuma dan putranya Geovanni Kelvin mengalami depresi setelah divonis mati oleh hakim.

Tribun Jakarta
Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020) (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim) 

TRIBUNWOW.COM - Aulia Kesuma dan putranya Geovanni Kelvin mengalami depresi setelah divonis mati oleh hakim.

Kuasa hukumnya, Firman Candra mengatakan Aulia sempat beberapa kali mengatakan ingin bunuh diri.

Tidak hanya itu, dia mengatakan kondisi fisik Aulia dan Kelvin pun menurun drastis.

"Sangat depresi, ada keinginan bunuh diri, kemudian badan kurus sekali. Itu terlihat dari bahasa bahasanya saat saya sempat vdeo call," kata Firman Candra ketika dihubungi, Selasa (23/6/2020).

Kakak Pupung Sadili Akui Belum Puas dengan Vonis Mati pada Aulia Kesuma dan Kelvin, Begini Alasannya

Hal tersebut dirasa Firman sangat memprihatikan.

Dia menilai vonis hukuman mati terlampau sadis jika harus dijatuhkan kepada Aulia.

Pasalnya, Aulia masih punya anak berusia empat tahun yang seharusnya tetap mendapatkan perawatan dari seorang ibu.

Oleh karena itu, pihaknya secara resmi mengajukan banding atas putusan hakim tersebut.

Tidak hanya banding, pihaknya juga mengirimkan surat permohonan keadilan kepada beberapa instansi negara agar hukuman mati dihapuskan dari Indonesia.

Aulia Kesuma dan putranya Geovanni Kelvin sebelumnya divonis hukuman mati oleh majelis hakim lantaran terbukti membunuh Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan Muhammad Edi Pradana alias Dana

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved