Terkini Daerah
Pria Dipanggil Polisi karena Unggah Humor Gus Dur, Innayah Beri Sindiran: Salahkan yang Bikin Joke
Innayah Wahid menyayangkan kejadian viral pria dipanggil polisi akibart candaan 'polisi jujur'
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Anak dari Almarhum Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, yakni Innayah Wahid angkat bicara soal viral seorang pria di Maluku diminta klarifikasi oleh polisi setelah mengunggah humor dari Gus Dur itu.
Sebelumnya diberitakan Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara, sempat memanggil pria berinisial Ismail Ahmad terkait unggahan Gus Dur soal ' 3 polisi jujur'.
Di acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne pada Sabtu (19/6/2020), Innayah Wahid menyayangkan kejadian tersebut.

• Viral soal Guyonan Gus Dur, Kompolnas: Polisi jika Dikritik Harus Ditanggapi dengan Baik
Menurutnya, humor itu humor lama mengapa baru dipermasalahkan sekarang.
Selain itu, mengapa harus meminta klarifikasi Ismail Ahmad, sedangkan laki-laki itu hanya mengunggah kembali humor Gus Dur.
"Ya yang pasti kita menyayangkanlah, pertama ini kan jokesnya, jokes lama, Bapak ke mana saja, selama ini itu satu."
"Kenapa baru keselnya sekarang ke Pak Ismail, yang kedua jelas-jelas Pak Ismail mem-post jadi bukan Pak Ismail yang bikin joke," ujar Innayah.
Sehingga, Innayah merasa kalau mau mempemasalahkan humor itu, seharusnya pada sang pembuat bercandaan itu.
"Kalau saya bilang kan kalau mau mempersalahkan, persalahkan yang bikin joke, tangkap saja yang bikin joke, tangkap saja orangnya," kata dia.
• Seorang Warga Ditangkap karena Unggah Guyonan Gus Dur, Istana Beri Tanggapan: Harusnya Tak Masalah
Menurutnya apa yang dialami oleh Ismail Ahmad adalah bentuk intimidasi.
"Nah yang ketiga, ini bukan hanya persoalan karena banyak orang yang gini, orang ini ada yang baper banget nih, inikan cuma becandaan, becandaan."
"Masalahnya bukan cuma soal, ini kan cuma becaandaan, kita ketawain aja yah enggak usah kesel ini cuma enggak soal itu, tapi bagaimana apapun yang dilakukan meski hanya pemanggilan, mempertanyakan motifnya, tetap saja menurut kami itu adalah upaya intimidasi," kata dia.
Saat ditanya apakah tersinggung dengan kejadian ini, Innayah tidak merasa demikian.
Ia hanya ingin membela Ismail Ahmad yang menurutnya jelas berhak mengekspresikan pendapatnya di depan khalayak.
"Tersinggung kepada siapa? Gini kami menyanyangkan tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap Mas Ismail itu jelas."