Kasus Novel Baswedan
Bintang Emon Diserang setelah Bahas Kasus Novel, Ali Ngabalin: Siap Mengkritik, Harus Siap Dikritik
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memberikan tanggapan terkait penyerangan kepada komika Bintang Emon.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memberikan tanggapan terkait penyerangan kepada komika, Bintang Emon.
Diketahui, Bintang Emon diserang lantaran memberikan kritikan terhadap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Kritik tersebut disampaikan Bintang Emon dalam bentuk video yang diselipi dengan komedi.

• Ahmad Dhani Bandingkan Kasusnya dengan Novel Baswedan: Padahal Saya Tidak Mencelakai Siapapun
• Ahmad Dhani Sebut Hukuman yang Adil untuk Kasus Novel Baswedan: Eye for an Eye, Mata untuk Mata
Dilansir TribunWow.com, Ali Ngabalin mulanya memberikan apresiasi atas keberanian dari Bintang Emon.
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Bintang Emon mampu mewakili masyarakat, khususnya kaum-kaum milenial.
Ali Ngabalin juga mengatakan negara ini membutuhkan orang-orang seperti Bintang Emon untuk memberikan pengawasan terhadap pemerintahan.
Hal ini disampaikannya dalam acara Dua Sisi yang tayang di kanal Youtube Talk Show tvOne, Jumat (19/6/2020).
"Pertama saya ingin mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Bintang Emon ini adalah sesuatu yang harus kita berikan apresiasi," ujar Ali Ngabalin.
"Kenapa? Emon mewakili representasi kaum muda, kaum milenial," jelasnya.
"Dia punya masa depan Indonesia yang lebih bagus kalau anak-anak yang idealis, seperti Bintang Emon."
Selain itu, Ali Ngabalin kemudian mengatakan bahwa kritik dan masukan kepada pemerintah memang tidak disalahkan.
Menurutnya, hal itu justru dapat membangun atau menjadi bahan koreksi bagi pemerintahan itu sendiri.
• Ucap Terima Kasih ke Bintang Emon soal Novel Baswedan, Haris Azhar Singgung Buzzer: Ini Terencana
"Karena itu di beberapa kesempatan saya selalu bilang, Presiden Joko Widodo dan pemerintahan ini terbuka terhadap kritik atas kebijakan dan berbagai macam program yang dijalankan pemerintah," kata Ali Ngabalin.
Sementara itu terkait kasus Bintang Emon yang justru diserang setelah memberikan kritik, Ali Ngabalin menilai sebagai hal yang lumrah.
Dirinya mengatakan sebagai pengkritik yang berani untuk memberikan kritik maka juga harus siap untuk menerima kritik kembali.
Terlebih untuk saat ini di tengah berkembang pesatnya media sosial.
"Makanya kalau di ruang publik, baik di media sosial maupun media mainstream, kita harus siap," ungkap Ali Ngabalin.
Ali Ngabalin lantas memosisikan dirinya sendiri yang juga mengaku siap untuk diberikan kritik.
Menurutnya, sebuah kritik, baik mengkritik maupun dikritik menjadi suatu hal yang wajar di dalam sebuah proses demokrasi.
"Saya harus siap ketika berada di ruang publik, kalau kita siap untuk melakukan pembelaan kita siap untuk bisa mengkritik, maka kita harus siap untuk bisa juga dikritik," akunya.
"Dan itu bukan hal yang baru bagi proses demokrasi di tanah air," imbuhnya.
"Itu yang saya bilang bahwa dalam bentuk apapun harus siap, siap mengkririk siap untuk dikritik."
• Punya Pengalaman Pernah di Bui, Ahmad Dhani Sebut JPU Kasus Novel Baswedan Hanyalah sebagai Pion
Meski begitu, Ali Ngabalin menilai ada satu hal yang kurang dalam kritik yang dilakukan oleh Bintang Emon.
Ia menjelaskan bahwa dalam persidangan kasus Novel Baswedan belum sepenuhnya selesai.
Selain itu, untuk tuntutan satu tahun kepada para terdakwa yang dilakukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) belum final dan masih akan diputuskan oleh hakim.
"Artinya dalam beberapa diksi yang dipakai itu terkait dengan penuntutan jaksa penuntut umum," terang Ali Ngabalin.
"Artinya publik harus diberikan pencerahan bahwa apa yang dilakukan oleh jaksa penuntut umum itu bukan selesai dari sebuah persidangan, prosesnya masih ada."
"Pencerahan ini yang menurut saya bagi seorang kritikus penting juga menyampaikan kepada publik, sehingga publik memberikan value dan penilaian sendiri terhadap upaya penegakan hukum," pungkasnya.
• Novel Baswedan Mengaku Terserah atas Kasusnya, Najwa Shihab: Anda Betul-betul Rela setelah 3 Tahun?
Simak videonya dari menit awal:
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)