Breaking News:

Mayat Terbakar di Mobil

Dihukum Mati, Aulia Kesuma Ajukan Banding Termasuk Minta Tolong Jokowi, Harap Vonis Mati Dihapus

Pelaku pembunuhan berencana ayah dan anak, yakni Pupung Sadili dan M Adi Pradana, yakni Aulia Kesuma dijatuhi hukuman mati.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
Tangkapan Layar YouTube KompasTV
Kuasa hukum Aulia Kesuma, Firman Chandra menyayangkan keputusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020). Ia menyebutkan vonis mati yang dijatuhkan pada kliennya dinilai terlalu sadis. 

TRIBUNWOW.COM - Pelaku pembunuhan berencana ayah dan anak, yakni Pupung Sadili dan M Adi Pradana, yakni Aulia Kesuma dijatuhi hukuman mati, Senin (15/6/2020).

Demikian pula dengan anak Aulia Kesuma yang juga ikut dalam rencana pembunuhan itu, yakni Geovanni Kelvin turut dijatuhi hukuman mati.

Namun hal itu membuat Aulia Kesuma dam Geovanni Kelvin tak menyerah begitu saja.

Pelaku kasus pembunuhan berencana, Aulia Kesuma beserta anaknya Geovanni Kelvin baru saja dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (15/6/2020).
Pelaku kasus pembunuhan berencana, Aulia Kesuma beserta anaknya Geovanni Kelvin baru saja dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (15/6/2020). (Facebook Aulia Kesuma / TRIBUNNEWS Jeprima)

Sang Anak Jadi Alasan Kuasa Hukum Aulia Kesuma Minta Banding soal Vonis Hukum Mati: Siapa yang Asuh?

Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com pada Selasa (16/5/2020), melalui kuasa hukumnya Firman Candra, Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin akan mengajukan banding.

Firman Candra menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya melakukan berbagai upaya termasuk beriniat meminta bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita akan melakukan upaya karena terus terang ini masih panjang. Kita sudah diskusi dengan terdakwa 1 dan terdakwa 2."

"Kita akan melakukan upaya hukum berikutnya di Indonesia yang telah disediakan," ujar Firman.

Menurut Firman hukuman mati sudah bertentangan dengan Hak Asasi Manusia.

Aulia Kesuma Pembunuh Pupung Sadili Divonis Hukuman Mati, Begini Nasib 2 Eksekutor dan Para Pembantu

"Kami ingin naik banding, kasasi, PK dan terakhir kita akan minta grasi ke presiden Indonesia."

"Karena ini (hukuman mati, Red) sudah bertentangan dengan deklarasi universal tentang hak asasi manusia," katanya.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved