Virus Corona
Sebut Jakarta Masih Episentrum Corona, Pakar Epidemiologi Minta Tak Gegabah: Menyeramkan Buat Saya
Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono meminta pemerintah tidak terburu-buru menerapkan new normal.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Melihat hasil kerja jutaan orang di Jakarta yang sudah menghasilkan zona merah jadi hijau," kata Anies Baswedan, dalam tayangan Breaking News di Kompas TV, Kamis (4/6/2020).
Ia menyebutkan Jakarta masih akan memperpanjang PSBB dengan memulai transisi di beberapa sektor.
"Kami Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jakarta memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang dan menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi," kata Anies.
Ia lalu memaparkan kondisi Jakarta saat ini masih belum memungkinkan untuk sepenuhnya mencabut PSBB.
"Secara umum sudah menjadi hijau-kuning, ada yang masih merah," ungkap Anies Baswedan.
"Karena itu kita masih berstatus PSBB, tapi di sisi lain kita sudah melakukan transisi," lanjutnya.
"Transisi dari ketika kita melakukan pembatasan sosial masif menuju kondisi aman, sehat, produktif," tambah Anies.
Menurut dia, PSBB di Jakarta sudah berjalan selama 13 minggu.
PSBB fase tambahan ini tidak akan mengubah protokol kesehatan yang sebelumnya sudah dianjurkan.

• Kemungkinan Pemrov DKI Ganti PSBB dengan PSBL, Anies: Mulai Melakukan Transisi Menuju Normal Baru
Anies memaparkan PSBB kali ini juga menjadi masa edukasi bagi masyarakat agar tetap menerapkan protokol dengan ketat.
"Dalam masa transisi ini, kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap dan ada batasan yang harus ditaati," ungkap Anies.
"Periode ini juga adalah periode edukasi, periode pembiasaan terhadap pola hidup sehat, pola hidup yang aman," jelasnya.
Ia menyebutkan sektor-sektor yang mulai dapat beroperasi kembali harus menaati protokol kesehatan.
Menurut Anies, belum semua sektor dapat dibuka dalam masa transisi ini.
"Fase pertama dimulai dengan melakukan pelonggaran hanya atas kegiatan yang memiliki manfaat besar dan efek risiko yang terkendali," paparnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)