Virus Corona
Sebut Jakarta Masih Episentrum Corona, Pakar Epidemiologi Minta Tak Gegabah: Menyeramkan Buat Saya
Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono meminta pemerintah tidak terburu-buru menerapkan new normal.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Kalau kita lihat, sehari saja ada 60 kasus. Maka dalam masa inkubasinya 3-10 hari bisa ada 420 kasus," paparnya.
"Bayangkan, itu ada kasus baru yang terjadi dalam masa inkubasi," ungkap dia.
"Itu sangat menyeramkan buat saya kalau dibuka," tambah Tri.
Ia menegaskan pemerintah tidak perlu terburu-buru beranjak ke tahap new normal.
Seperti diketahui, new normal disebut sebagai cara hidup baru yang menerapkan protokol kesehatan setelah adanya Virus Corona.
"Jadi harus pelan-pelan. Harus kita tentukan bersama pada saat kapan bisa kita buka new normal itu kapan," kata Tri.
"Jumlah kasus baru amat menentukan, bukan reproduction number," tutupnya.
• PSBB Jakarta Diperpanjang, Anies Baswedan Terapkan Ganjil Genap di Pasar: Beroperasi Separuh
Lihat videonya mulai dari awal:
PSBB Jakarta Diperpanjang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan diperpanjang selama Juni 2020.
Hal itu ia putuskan setelah melihat perkembangan kasus selama tiga bulan terakhir di DKI Jakarta.
Dilansir TribunWow.com, fase empat PSBB di DKI Jakarta ini akan menjadi masa transisi sebelum memasuki new normal.
• PSBB DKI Jakarta Segera Berakhir, Dikabarkan Terapkan Pembatasan Lokal Terhadap 62 RW, Ini Daftarnya
New normal disebut sebagai cara hidup baru setelah adanya pandemi Virus Corona (Covid-19).
Awalnya, ia memaparkan kondisi terkini DKI Jakarta setelah melakukan tiga tahap PSBB.