Virus Corona
Sebut Jakarta Masih Episentrum Corona, Pakar Epidemiologi Minta Tak Gegabah: Menyeramkan Buat Saya
Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono meminta pemerintah tidak terburu-buru menerapkan new normal.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono meminta pemerintah tidak terburu-buru menerapkan new normal.
Hal itu ia sampaikan untuk menanggapi perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta.
Menurut Tri, angka reproduksi kasus di wilayah ibu kota tersebut masih tinggi.

• Ancam Batasi Kegiatan saat PSBB Transisi Jakarta, Anies: Bila Mengkhawatirkan, Direm, Hentikan Semua
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia ungkapkan saat dihubungi dalam tayangan Kabar Petang di TvOne, Kamis (4/6/2020).
Tri membenarkan Jakarta masih menjadi episentrum penyebaran Virus Corona meskipun jumlah kasusnya sudah menurun.
"Kalau kita lihat bahwa wabah di Indonesia episentrumnya adalah di Jakarta," kata Tri Yunis Miko Wahyono.
Menurut Tri, jumlah kasus yang naik-turun dalam wabah adalah hal yang lazim.
"Wabah yang terjadi secara penularannya orang ke orang, wabahnya memang naik turun," paparnya.
Ia kemudian menjelaskan angka reproduksi (reproduction number) yang menjadi acuan Pemprov DKI Jakarta untuk mulai melonggarkan PSBB.
"Kalau pakai patokan reproduction number, R0 adalah basis reproduction number," jelas Tri.
"Kalau RT adalah reproduction number pada time tertentu. Itu menunjukkan daya penularannya," lanjutnya.
Saat ini RT yang menunjukkan daya penularan sedang turun di DKI Jakarta, sehingga jumlah kasusnya tampak turun.
Meskipun jumlah kasusnya menurun, Tri menyebutkan belum tentu wabah Virus Corona di Jakarta sudah terkontrol.
"Jadi sekarang bisa diartikan ada penurunan kasus baru di Jakarta. Jadi belum dikatakan apakah kasus barunya itu aman, terkontrol, atau tidak," ungkap Tri.
• PSBB Jakarta Masuk Masa Transisi, Riza Patria Jelaskan Protokol Salat Jumat di Masjid: Wudu di Rumah
Ia mengungkapkan masih ada kemungkinan muncul kasus baru yang saat ini tengah dalam masa inkubasi virus.