Virus Corona
Rumuskan New Normal di Sekolah, Asisten Kementerian PPPA: Masuk 4 Jam Sehari Tanpa Jam Istirahat
Bidang pendidikan tengah bersiap untuk menyesuaikan dengan tatanan normal baru di tengah pandemi Virus Corona.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
"Lalu bagaimana dengan jaga jarak, kemudian kantin, kantin enggak boleh buka, anak-anak harus membawa bekal sendiri karena kantin sering menjadi tempat kerumunan," ujar Retno.
"Lalu apakah anak-anak kita selama di rumah sudah biasa pakai masker, ini kan juga harus dilatih menggunakan masker," jelasnya.
"Kita orang dewasa saja suka merasa tidak nyaman, apalagi anak-anak."
Maka dari itu, hal-hal tersebut diharapkan bisa menjadi pertimbangan dari pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan sektor-sektor penunjang lainnya.
Selain itu juga memastikan kondisinya sudah cukup aman untuk membuka kembali sekolah.
Retno tidak ingin, sekolah justru menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona.
"Ini yang penting sebenarnya nanti dipersiapkan oleh Kemdikbud, oleh dinas-dinas pendidikan petakan sekarang," harapnya.
"Selain tadi ya kewenangan di gugus Covid terkait sudah zero kasus, pastikan zero kasus kalau tidak zero kasus sekolah berpotensi menjadi kluster baru."
Lebih lanjut, ketika kemungkinan itu terjadi, maka masalah baru adalah cara penanganananya.
Dia mengatakan tidak mudah tentunya mengatasi anak yang terpapar Virus Corona yang mengharuskan dilakukan isolasi.
"Dan anak-anak dirawat di rumah sakit, dia itu diisolasi tidak bisa sendiri, kalau anak SD, anak TK," pungkasnya.
Simak tayangan selengkapnya dari menit ke-3:34:
(TribunWow.com/ Via/Elfan)
Sebagian dari artikel ini merupakan diolah dari Kompas.com dengan judul "Rekomendasi new normal di Sekolah: Hilangkan Jam Istirahat dan Belajar Hanya 4 Jam" dan "'new normal' di Sekolah, Guru Harus Siap Ubah Model Belajar di Kelas"