Breaking News:

Terkini Daerah

Sempat Viral Adu Jotos, Anggota Satpol PP dan Habib Umar Assegaf Berpelukan Saling Memaafkan

Setelah sempat bertikai karena masalah PSBB, Habib Umar Assegaf dan Asmadi kini telah saling memaafkan dan saling mengakui kekhilafan mereka.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
Kolase (youtube kompastv) dan (twitter/@abubakarsegaf)
Habib Umar Assegaf dan Anggota Satpol PP Asmadi saat cekcok di pos pemeriksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya (kiri), Rabu (20/5/2020) dan Habib Umar Assegaf dan Anggota Satpol PP Asmadi ketika saling memaafkan (kanan), Sabtu (23/5/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Sempat viral video Habib Umar Assegaf dan seorang anggota Satpol PP bernama Asmadi terlibat cekcok adu mulut hingga adu jotos.

Cekcok terjadi di pos pemeriksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya, Rabu (20/5/2020).

Namun selang beberapa hari setelah konflik kedua belah pihak telah saling memaafkan satu sama lain dan mengakui kekhilafan yang terjadi saat itu.

Viral video Habib Umar Assegaf adu mulut dengan petugas PSBB di pos check point exit Tol Satelit Surabaya, Rabu (20/5/2020).
Viral video Habib Umar Assegaf adu mulut dengan petugas PSBB di pos check point exit Tol Satelit Surabaya, Rabu (20/5/2020). (YouTube Kompastv)

 

Habib Bahar Kembali Ditangkap Polisi, Refly Harun Samakan dengan Nasib Said Didu: Orang Terpilih

Permintaan maaf mereka diunggah di akun twitter milik Abubakar Assegaf @abubakarsegaf, Sabtu (23/5/2020) dini hari.

Video permintaan maaf diunggah dalam beberapa partisi.

Pada sebuah video nampak Asmadi menggunakan baju batik mengatakan alasan dirinya terbawa emosi pada saat mengingatkan Habib Umar soal PSBB.

Ia mengatakan dirinya khilaf lantaran khawatir akan kondisi kesehatan orangtuanya.

Meskipun berada dekat ayahnya, Asmadi belum sempat bertemu lantaran adanya pandemi Virus Corona (Covid-19).

"Saya penuh khilaf, karena begitu covid di Jawa Timur sudah didengungkan, saya hanya 4 km dengan orangtua saya, tapi saya dengan Abah saya belum pernah ketemu sampai sekarang, karena adik-adik saya melarang saya ketemu dengan Abah saya karena umurnya sudah rentan," papar Asmadi.

Asmadi lalu memohon maaf atas kekhilafannya itu.

"Jadi mohon maaf Bib, mungkin itu juga yang jadi tanggungan dan beban saya sehingga saya beban terlalu berat," ucapnya.

Ia bercerita dirinya sudah lama berjaga di pos pemeriksaan tersebut dan tidak pernah pulang.

"Saya ini jarang pulang karena saya selalu ada standby di sana karena saya selaku perwira pengendali di exit tol satelit itu yang memang penuh dengan pelayanan dengan masyarakat," jelas Asmadi.

"Karena misi Kota Surabaya itu adalah melindungi warga, termasuk juga melindungi masyarakat yang akan berkunjung ke Surabaya," tambahnya.

Asmadi lalu kembali meminta maaaf kepada Habib Umar atas tindakannya beberapa hari yang lalu.

"Jadi sekali lagi saya mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam. Semoga Habib dan keluarga memaafkan saya," kata dia.

"Saya mohon habib dan keluarga termasuk juga Habib Umar bin Abdullah Assegaf, termasuk jamaah-jamaah beliau bisa memaafkan saya," ucap Asmadi.

"Ini adalah khilaf semua karena sudah manusia tempatnya salah dan dosa," sambungnya.

Di samping Asmadi nampak Habib Umar berbaju gamis putih mendengarkan permohonan maaf dari Asmadi.

Pada video yang lain nampak Habib Umar berbicara soal permohonan maaf Asmadi.

Ia meminta agar tidak ada lagi pertikaian di luar karena peristiwa tersebut.

Habib Umar menegaskan dirinya dan Asmadi sudah saling memaafkan.

"Jangan sampai ada reaksi apapun, di sini sudah damai, beliau sudah datang meminta maaf, dan saya lebih minta maaf dulu, sama-sama minta maafnya, sudah pelukan dan untuk bukti di sini saya pelukan lagi, mudah-mudahan diampuni dosanya ya semua yang ada di sini," kata dia.

Keduanya pun berpelukan sebagai tanda telah meninggalkan emosi dan hal buruk yang terjadi saat cekcok beberapa hari yang lalu.

Momen Pecahnya Cekcok Habib Umar Assegaf, Tiba-tiba Turun dari Mobil Hampiri Aparat

Habib Umar Assegaf dan Anggota Satpol PP Asmadi ketika saling memaafkan (kanan), Sabtu (23/5/2020).
Habib Umar Assegaf dan Anggota Satpol PP Asmadi ketika saling memaafkan (kanan), Sabtu (23/5/2020). (twitter/@abubakarsegaf)

 

Polisi Waspadai Oknum Perkeruh Suasana

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kini mulai ada pihak yang memperkeruh suasana dengan memanfaatkan viralnya video cekcok Habib Umar dengan aparat.

Dikutip dari SURYA.co.id, Jumat (22/5/2020), oknum yang disebut sebagai pihak ketiga tersebut diketahui menyebarkan ujaran kebencian, SARA, provokasi, dan hoaks.

Cara yang digunakan dengan memanfaatkan video cekcok Habib Umar dan memposisikannya sedemikian rupa untuk menyampaikan pesan negatif.

"Ada beberapa pihak ketiga yang memanfaatkan situasi ini atau memperkeruh atau mendompleng atau memboncengi kejadian-kejadian ini," katanya di Mapolda Jatim, Jumat (22/5/2020).

Bahar bin Smith Ditangkap Seperti Teroris, Berikut Klarifikasi Pihak Kepolisian: Kita Hanya Mengawal

Pihak ketiga yang disebut oleh Trunoyudo diketahui bukan berasal dari kubu pemerintah maupun kubu Habib Umar.

"Tidak ada kaitannya dengan Surabaya dan tidak ada kaitannya dengan kedua belah pihak ini," jelasnya.

Trunoyudo mengatakan pihak kepolisian akan mengusut mereka yang sengaja memperkeruh suasana.

"Ini sudah mulai banyak, tentu ini akan menjadi bagian penyidikan kami," ucapnya. 

Kronologi Kejadian

Mulanya, mobil yang ditumpangi Habib Umar diperiksa saat melintas di Exit Tol Satelit Surabaya pada Rabu (20/5/2020) sekira pukul 4 sore.

Pengecekan protokol kesehatan dilakukan karena Surabaya Raya menerapkan PSBB.

Hal itu sesuai dengan aturan Pemerintah Daerah.

"Kronologinya begini bahwasanya Surabaya Raya sedang melakukan atau diterapkan PSBB ya maka di salah satu tempat kejadiannya kemarin tanggal 20 Mei sekira pukul 16 lewat ada pengecekan di cek poin yaitu tol Exit Tol Satelit Surabaya," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di acara Kabar Petang tvOne pada Kamis (21/5/2020).

"Nah kemudian ini yang dilakukan adalah protokol kesehatan sebagaimana peraturan Gubenur, Walikota, Bupati, yang melakukan PSBB ini dilakukan protokol kesehatan."

Mobil Habib Umar dihentikan apalagi mobil hitam tersebut berplat N yang berarti dari daerah luar Surabaya Raya.

Sebagaimana diketahui, dalam PSBB tidak boleh adanya aktivitas keluar masuk.

Selain itu sopir Habib Umar juga tidak mengenakan masker.

"Memang ada petugas gabungan pasukan pengecekan awal, karena apa di depan plat N."

"Kedua sopir ataupun pengemudi ini tidak menggunakan masker," jelas Trunoyudo.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan pelaku pelanggaran PSBB Habib Umar Assegaf di exit tol Surabaya, dalam Kabar Petang, KAmis (21/5/2020).
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan pelaku pelanggaran PSBB Habib Umar Assegaf di exit tol Surabaya, dalam Kabar Petang, KAmis (21/5/2020). (Capture YouTube TvOne)

 

 Langgar Jumlah Penumpang, Habib Umar Assegaf Ngamuk dan Pukul Petugas PSBB Viral, Ini Kronologinya

Selain itu di dalam mobil Habib Umar juga melebihi kapasitas penumpang.

Untuk mobil dengan empat kursi penumpang seharusnya maksimal ada dua orang di dalamnya.

Sehingga dilakukan peneguran dengan cara persuasif.

"Kemudian setelah dicek kapasitas penumpang melebihi daripada aturan."

"Ada empat orang seharusnya dua orang maka dilakukan persuasif peneguran," katanya.

Trunoyudo menegaskan bahwa semua petugas gabungan sebenarnya sudah melakukan peneguran persuasif.

"Benar jadi begini posisinya checkpointnya terdiri dari beberapa unsur petugas ya dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP kita melakukan tindakan-tindakan persuasif," ucapnya. (TribunWow.com/Anung/Gipty)

Sebagian artikel ini diolah dari surya.co.id dengan judul Efek Viral Video Habib Umar Assegaf Cekcok dengan Satpol PP Surabaya, Pihak ke-3 Dompleng Buat Panas

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Habib Umar AssegafViralPSBBVirus Corona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved