Virus Corona
Mau Menangis, Ngabalin Kenang Adik Kandungnya yang Seorang Tenaga Medis: Berbulan-bulan Tak Pulang
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Ngabalin hampir menangis saat membahas viral tagar 'Indonesia Terserah'.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Ngabalin hampir menangis saat membahas viral tagar 'Indonesia Terserah'.
Hal itu diungkapkan Ali Ngabalin saat menjadi narasumber di acara Dua Sisi tv One pada Kamis (21/5/2020).
Dalam video tersebut, Ngabalin juga hampir menangis saat mengenang adik kandungnya yang juga bekerja sebagai perawat.

• dr Erlina Bahas Indonesia Terserah, Ali Ngabalin Terdiam Ingat Dokter yang Meninggal: Ini Dukungan
Dengan terbata-bata, mulanya Ngabalin menyinggung para tenaga medis yang sudah meninggal dunia akibat membantu menangani Covid-19.
"Serta pengorbanan mereka ya karena tidak sedikit dokter yang ya tidak sedikit dokter yang meninggal dunia," ujarnya.
Sehingga, pemerintah dan masyarakat seharusnya kompak disiplin menaati protokol kesehatan.
"Jadi memang kalau tidak ada kesadaran kita bersama tidak saja masyarakat tapi penyelenggara negara."
"Kita musti juga punya satu kata dan kalimat yang sama agar publik bisa mendapatkan informasi yang baik dan benar," ujarnya.
Menurut Ngabalin harus ada pesan-pesan agar semua optimis menghadapi pandemi ini.
"Satu kata jadi ada komunikasi publik yang tentu saja, message pesan itu harus sampai kepada masyrakat agar masyarakat itu bisa juga mendapatkan informasi yang penuh confident dalam menghadapi masa-masa pandemi ini," ungkapnya.
• Sebut Wacana Pelonggaran PSBB Jadi Alasan Tagar Indonesia Terserah, Erlina Burhan: Kaget Sekali
Ngabalin ingin masyarakat sadar bahwa para tenaga medis merupakan garda terdepan penanganan Covid-19.
"Karena itu saya tadi mencatat dengan baik uni yang menyampaikan bahwa tidak mengurangi semangat kejuangan pengorbanan dari teman-teman para medis yang hari ini semua orang di republik ini tahu mereka adalah garda terdepan dari pandemi ini," lanjutnya.
Ngabalin mengaku tahu perjuangan para tenaga medis lantaran banyak saudaranya juga merupakan tenaga kesehatan.
"Saya tahu karena saya juga banyak mendapatkan informasi saudara-saudara saya, adik-adik saya kan banyak para medis, dokter, adek kandung saya ada," ungkapnya.
Ngabalin bercerita bahwa saudara-saudaranya berbulan-bulan sampai tidak pulang karena menangani para pasien Covid-19.
• Viral Indonesia Terserah, IDI Ungkap Bentuk Sindiran: Kami Siap-siap di RS untuk Jadi Pasien