Breaking News:

Virus Corona

Usia 45 Tahun Boleh Beraktivitas, Pakar Kesehatan Masyarakat: Hasil Kompromi Risiko Kematian

Pakar Kesehatan Masyarakat, Hasbullah Thabrany tanggapi pernyataan yang membolehkan masyarakat usia 45 tahun ke atas kembali beraktivitas.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Youtube/Talk Show tvOne
Pakar Kesehatan Masyarakat, Hasbullah Thabrany dalam acara Fakta tvOne, Senin (18/5/2020). Dirinya memberikan tanggapan terkait pernyataan yang membolehkan masyarakat dengan usia 45 tahun ke atas kembali beraktivitas. 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Kesehatan Masyarakat, Hasbullah Thabrany memberikan tanggapan terkait pernyataan yang membolehkan masyarakat dengan usia 45 tahun ke atas kembali beraktivitas.

Dilansir TribunWow.com, pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Ketua Gugur Tugas penanganan Covid-19, Doni Monardo beberapa waktu lalu.

Meski begitu, hal itu tidak ditujukkan untuk masyarakat umum, melainkan hanya 11 sektor yang diperbolehkan.

Hasbullah Thabrany menyebut bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk kompromi yang diambil oleh pemerintah.

Soal Peluang Adanya Pelonggaran PSBB, Ali Ngabalin: Kita Lihat karena Kurvanya Juga Turun

Pemerintah dianggap mengacu pada tingkat risiko kematian yang rendah pada usia 45 tahun ke bawah.

Karena pada kenyataannya berdasarkan data di lapangan, kasus kematian yang disebebkan oleh Corona kebanyakan memang mereka yang berusia 45 tahun ke atas dan usia lanjut.

Menurutnya, acuan tersebutlah yang kemudian dijadikan dasar untuk memberikan sedikit kebebasan kepada usia di bawah 45 tahun.

"Saya menilai misalnya pernyataan yang berusia 45 tahun boleh bekerja, itu hasil kompromi yang melihat risiko kematian," ujar Thabrany.

"Ternyata yang di atas 45 tahun itu menimulkan risiko kematian yang lebih tinggi, kurang lebih 4 kali lipat dari yang di bawah," jelasnya.

Selain itu, dirinya menyebut bahwa kasus Virus Corona yang menyerang manusia, kebanyakan merupakan gejala cukup ringan.

Dan hanya sebagian kecil yang mengalami masalah yang serius.

Kata Ali Ngabalin soal Dampak Transportasi Jalan dan Isu Pelonggaran PSBB: Itulah Sebuah Kenyataan

Itu artinya risiko untuk meninggal sangat kecil, jika tidak benar-benar menderita penyakit bawaan lainnya.

Maka dari itu, menurut Thabrany, pemerintah berani untuk menyampaikan hal tersebut.

"98 persen penderita Virus Corona ini tergolong ringan, hanya 2 persen yang serius, di Indonesia lebih tinggi," ungkapnya.

"Jadi kemudian komprominya ya kalau begitu biarin deh sakit, asal enggak mati," imbuhnya.

Halaman
123
Tags:
Virus CoronaCovid-19Hasbullah ThabranyGugus Tugas
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved