Virus Corona
Usia 45 Tahun Boleh Beraktivitas, Pakar Kesehatan Masyarakat: Hasil Kompromi Risiko Kematian
Pakar Kesehatan Masyarakat, Hasbullah Thabrany tanggapi pernyataan yang membolehkan masyarakat usia 45 tahun ke atas kembali beraktivitas.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Ali Ngabalin mulanya memaparkan bahwa kendala yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain adalah faktor geografis.
Faktor geografis itulah yang juga mendasari Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih untuk menerapkan PSBB ketimbang permintaan dari masyarakat untuk lockdown.
Hal ini disampaikan Ali Ngabalin dalam acara Fakta yang tayang di kanal Youtube Talk Show tvOne, Senin (18/5/2020).
"Kesimpulan yang pertama begini, wilayah Indonesia ini kan sebetulnya geografis yang berbeda dengan wilayah-wilayah lain," ujar Ali Ngabalin.
"Indonesia ketika banyak orang mendesak Presiden untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown, beliau tidak melakukan itu, beliau memilih untuk PSBB," jelasnya.
Dirinya menambahkan, pemerintah juga sudah bertanggungjawab untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak dari kebijakan PSBB tersebut.
• Bahas Nasib Warga Miskin selama Pandemi, Pakar: Nanti Tidak Mati karena Corona, tapi Kelaparan
"Yang kedua kita tahu bahwa ketika pemerintah mengajukan semua pelarangan-pelarangan, maka ada SKIM (surat izin keluar masuk-red) yang dibuat oleh pemerintah, terkait itu dengan adanya bantuan sosial," ungkapnya.
Dan menurutnya, Ali Ngabalin menyebut bahwa penerapan PSBB yang sudah berlangsung selama dua periode itu berjalan cukup baik dan mampu menekan penyebaran Virus Corona.
Maka dari itu, ia optimis dengan langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk penanganan Covid-19, termasuk peluang untuk diberikan kelonggaran bisa dilakukan.
"Dua hal ini yang menurut saya kalau kita sudah masuk ke periode tahap kedua ini selesai, saya percaya bahwa dengan izin Allah, satu kesadaran besar yang sedang dilakukan oleh pemerintah, kemudian itu mengena kepada masyarakat," jelasnya.
"Sehingga yang terpenting adalah kita harus kembali pada sistem nilai kemampuan dan disiplin menghadapi Covid-19."
Lebih lanjut, Ali Ngabalin lantas menyinggung kurva kasus Corona yang mengalami penurunan dan cenderung landai.
Menurutnya, dengan melihat dengan kurva tersebut dan ditambah dengan tingkat kedisplinan dari masyatakat maka tidak menutup kemungkinan untuk melonggarkan PSBB.
"Saya kira kalau kita lihat karena kurvanya dia juga turun, tetapi kan melanda, kita doakan kemampuan disiplin kita ini akan memberikan satu isyarat terpenting untuk Covid-19 akan segera berakhir," pungkasnya.
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)