Virus Corona

Menyoal Konspirasi Covid-19, Epidemiolog: Secara Logika Sederhana Saja Enggak Ada yang Diuntungkan

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan tak ada yang diuntungkan dari adanya pandemi Virus Corona.

TRIBUN/CECEP BURDANSYAH
Petugas medis memberikan penanganan epada pasien di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. TRIBUNNEWS/CECEP BURDANSYAH 

TRIBUNWOW.COM - Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan tak ada yang diuntungkan dari adanya pandemi Virus Corona.

Menurut pandangan Dicky, teori konspirasi terkait Covid-19 dapat dengan mudah dipatahkan melalui penelitian dan data.

Ia menganggap adanya teori tersebut sangat tidak masuk akal karena tidak ada pihak-pihak yang diuntungkan dari pandemi tersebut.

Konspirasi Covid-19 di Mata Nadiem Makarim, Jerinx, dan dr. Tirta, Malas Berpikir Vs Kebohongan WHO

Padahal bila pandemi ini hanyalah sandiwara atau rekayasa yang disengaja, maka harus ada pihak-pihak yang diuntungkan.

Dilansir Kompas.com, Sabtu (16/5/2020), Dicky menampik kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam pandemi yang sedang berlangsung saat ini.

Karena menurutnya, tidak ada satu pun negara yang merasa diuntungkan dengan wabah ini.

“Nah kalau sekarang yang merekayasa negara, faktanya tak satupun negara yang mendapat keuntungan dari Covid-19,” ujar Dicky.

“Secara logika sederhana saja nggak ada yang diuntungkan,” imbuhnya.

Pasalnya, baik dari sisi sosial maupun ekonomi, negara yang terdampak pandemi Virus Corona malah mengalami kerugian yang signifikan.

Bahkan bila dikatakan perusahaan vaksin akan mendapat untung dari wabah ini, hal tersebut dengan mudah bisa dibantah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Ananda Putri Octaviani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved