Virus Corona
Menyoal Konspirasi Covid-19, Epidemiolog: Secara Logika Sederhana Saja Enggak Ada yang Diuntungkan
Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan tak ada yang diuntungkan dari adanya pandemi Virus Corona.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Ananda Putri Octaviani
Najwa mengatakan juga bahwa teori-teori konspirasi turut digandrungi di negara-negara yang tingkat pendidikannya juga lebih maju dibanding Indonesia.
"Dan bukan hanya tejadi di negeri kita kan kalau kita lihat di negeri-negeri di dalam dunia pendidikannya lebih maju, masyarakatnya lebih terbuka, teori-teori konspirasi pun laku dijual," kata dia.
Pemilik Narasi Tv itu lalu menyinggung soal beberapa teori yang populer di negara-negara lain.
"Wah ini disebabkan oleh Menara 5G, wah ini disebabkan oleh senjata biologis massal yang sengaja diciptakan, untuk menarget orang-orang tua, wah ini memang Yahudi, ini China."
"Belum lagi kemudian dibalut dengan sentimen-sentimen ras yang menjadikan ini semakin kacau balau," ucap Najwa.
Nadiem kemudian menerangkan mengapa teori konspirasi begitu digandrungi.
Ia menjelaskan ketika berada di situasi yang gawat, seseorang cenderung mencari-cari objek untuk disalahkan.
"Satu hal mengenai psikologi manusia, mungkin ini pendidikannya dengan pendidikan juga sangat penting," ujar Nadiem.
"Bahwa kalau terjadi sesuatu yang bisa kita jelaskan, kenapa wabah ini terjadi bisa sampai berdampak kepada ekonomi dan kesehatan dunia seperti ini."
"Harus ada orang yang disalahkan, iya kan? harus ada, banyak sekali orang yang tidak mau menerima situasi ini hal yang organik setelah terjadi, tidak bisa menerima," sambungnya.
Nadiem menyindir orang-orang yang berpaling kepada teori konspirasi sebagai orang-orang malas.
"lebih mudah menyalahkan satu orang, satu pihak, atau mempercayai satu konspirasi. Itu adalah cara berpikir malas iya kan," ucap dia.
Kemudian Nadiem lanjut menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 bisa ditelaah secara logis denga menggunakan ilmu pengetahuan.
Ia mengungkit bagaimana para ahli sebenarnya sudah memprediksi datangnya pandemi Covid-19.
"Sedangkan kalau kita percaya pada saintis, saintis yang sudah berbicara, ini sudah diprediksi bertahun-tahun mbak Nana," ucap Nadiem.