Virus Corona
Soroti PSBB di DKI Jakarta, Ahli Epidemiologi Singgung Anies Baswedan: Gubernurnya juga Euforia
Ahli Epidemiologi Pandu Riono menekankan pentingnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang efektif.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Nasional itu bukan DKI," tegasnya.
Menurut Pandu Riono, di daerah lain kasus positif Virus Corona terus meningkat.
Hal itu tidak sebanding dengan kesadaran untuk segera menerapkan PSBB.
"Saya mengamati bagaimana terjadi di luar DKI secara nasional. Itu meningkat tajam," ungkap dia.
"Sedangkan pembatasan sosialnya datar saja. Tadinya naik, tapi masih di bawah sekitar 50 persenan," papar Pandu.
"Bahkan sekitar 47-48 persen kalau kita menggunakan indikator penduduk yang tinggal di rumah," lanjutnya.
Pandu menyebutkan hal ini menunjukkan upaya penanganan pandemi di Indonesia yang masih minim.
"Jadi kalau begini caranya, kita tidak bisa mengatakan bahwa Indonesia berhasil untuk mengatasi pandemi," tegas Pandu Riono.
• Surabaya Dinilai Gagal Tangani Covid-19 meski Telah Menerapkan PSBB, Laila Mufidah: Banyak Evaluasi
Lihat videonya mulai dari awal:
PSBB Belum Siap Dilonggarkan Bulan Juni
Pandu Riono menanggapi wacana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang disebut dapat mulai dilonggarkan pada bulan Juni.
Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan saat dihubungi oleh Kompas TV, Minggu (10/5/2020).
Seperti diketahui, sejumlah daerah tengah menerapkan PSBB demi menghambat penularan Virus Corona (Covid-19).
• Isu Izin Perusahaan Dicabut saat PSBB, Sandiaga Uno Kecam Pelaksanaan: Ide Bagus, Koordinasi Buruk
PSBB tersebut meliputi ditutupnya sejumlah fasilitas publik dan larangan transportasi antardaerah.