Virus Corona
Soroti PSBB di DKI Jakarta, Ahli Epidemiologi Singgung Anies Baswedan: Gubernurnya juga Euforia
Ahli Epidemiologi Pandu Riono menekankan pentingnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang efektif.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Ahli Epidemiologi Pandu Riono menekankan pentingnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang efektif.
Seperti diketahui, sejumlah daerah telah menerapkan PSBB demi menghambat penyebaran Virus Corona (Covid-19).
Dikutip TribunWow.com, Pandu Riono mengungkapkan pendapatnya tentang penerapan PSBB saat ini.

• Kucing-kucingan saat PSBB, Pemudik Bayar Rp 160 Ribu dan Terima Risiko: Orang Pengen Balik Kok
"Sebagian sesuai. Sebagian besar tidak," kata Pandu Riono dalam acara Fakta di TvOne, Senin (11/5/2020).
Ia menyebutkan di DKI Jakarta sendiri orang sudah cukup patuh dengan aturan PSBB.
"PSBB itu tadinya meningkat di DKI Jakarta, bagus. Itu ternyata penduduk yang tinggal di rumah itu meningkat menjadi hampir 60 persen," kata Pandu.
"Kemudian diikuti penurunan kasus," lanjutnya.
Pandu menilai masyarakat saat ini terlalu cepat senang dengan penurunan kasus positif di DKI Jakarta.
Sikap tersebut tidak terlepas dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Tapi kemudian karena masyarakat euforia, gubernurnya juga euforia, sehingga pembatasannya mentok di situ aja," ungkap Pandu Riono.
Menurut dia, sebetulnya PSBB dapat berperan menghambat penularan Virus Corona.
"PSBB itu kalau dilaksanakan dengan benar, dengan serius, itu akan memberikan dampak," paparnya.
"Ini banyak orang yang tadinya tidak percaya PSBB bisa memberikan dampak," lanjut dia.
Pandu menekankan pentingnya menerapkan PSBB secara nasional, bukan hanya di wilayah tertentu saja.
• Wacana PSBB Selesai Juni, Pakar Epidemiologi Sebut Jangan Percaya: Perilakunya Masih Amburadul
"Yang salah adalah pembatasan sosialnya tidak berskala nasional, jadi kita hanya melihat DKI saja," kata Pandu Riono.