Terkini Nasional
Refly Harun Ungkap Kekhawatiran Sistem Pemerintah ke Depan: Menuju Jurang Otoritarianisme
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengungkapkan kekhawatiran pada sistem pemerintahan ke depannya. Yakni mengarah ke jurang otoritarianisme.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
Seperti misalnya Undang-Undang Omnibus Law, Perppu 1 Tahun 2020, UU KPK dan lain sebagainya.
Banyak kontra dari masyarakat terkait tiga kebijakan tersebut dan sudah barang tentu menjadi bahan kritik.
Namun uniknya, kritik tersebut mendapatkan balasan atau pembelaan dari kaum-kaum bayaran pemerintah.
"Artinya apa, produk-produk hukum yang dihasilkan itu justru membangun kekuasaan yang otoriter, kekuasaan yang menumpuk pada satu tangan, seperti contohnya Undang-Undang Omnibus Law, Perppu 1 Tahun 2020, UU KPK dan lain sebagainya," ungkap Refly Harun.
"Dan kebijakan-kebijakan atau produk-produk hukum yang menurut kita buruk tersebut didukung oleh kelompok-kelompok pendukung negara yang kerjanya menumbangkan atau mengkritik mereka yang mau menyampaikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan negara," tambahnya.
"Sekali lagi memang kita tidak boleh menuju jurang dictatorship, baik itu konstitusional maupun unconstitutional dictatorship," pungkasnya.
• Komentari Konflik Said Didu dan Luhut Binsar, Refly Harun Tuai Banyak Hujatan: Pikirannya Cuma Uang
• Penularan Corona Meningkat, Pandu Riono Soroti Tingkat Kepatuhan Masyarakat: PSBB Masih Top Down
Simak videonya mulai menit ke- 15.16
Pernah 'Diserang' Buzzer Habis-habisan, Refly Harun: Kalau Saya Jadi Penguasa
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengandaikan diri jika suatu saat menjadi penguasa di negeri ini.
Dilansir TribunWow.com, Refly Harun secara gamblang mengaku tak akan menggunakan jasa buzzer agar terhindar dari kritikan masyarakat.
Menurut Refly Harun, kehadiran buzzer justru akan membungkam kritikan masyarakat yang menginginkan pemerintahan yang lebih baik.
Hal itu disampaikannya dalam kanal YouTube Refly Harun, Minggu (10/5/2020).
"Tapi yang paling berbahaya adalah kritik kita dibungkam, baik melalui aparatur negara, agen-agen resmi maupun melalui perantara buzzer," kata Refly.
"Jadi peran para buzzer dan fans klub."
• Viral Video Kakek PDP Corona Dobrak Pintu RS hingga Buat Aksi Saling Dorong dengan Dua Nakes
Refly pun menceritakan pengalaman sempat diserbu buzzer saat dirinya menuliskan cuitan di akun Twitter-nya.