Virus Corona

Soal Transportasi Kembali Beroperasi, Ahli Epidemiologi: Kita Masih Berurusan dengan Tingginya Angka

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, DR. Dr Hariadi Wibisono menyebut kembali beroperasinya transportasi umum masih sangat berisiko.

Capture YouTube tvOneNews
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, DR. Dr Hariadi Wibisono menyebut kembali beroperasinya transportasi umum masih sangat berisiko. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, DR. Dr Hariadi Wibisono menyebut kembali beroperasinya transportasi umum masih sangat berisiko.

Dilansir TribunWow.com dari acara Kabar Petang tvOne, Rabu (6/5/2020), Hariadi Wibisono sebenarnya mengaku tidak setuju dengan kebijakan tersebut.

Menurutnya, belum saatnya transportasi umum kembali beroperasi di tengah penyebaran Virus Corona yang masih berlangsung.

TUMPAH RUAH - Ribuan calon penumpang tumpah ruah memenuhi arel Terminal Bus AKAP Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (23/4/2020). Jelang satu hari penerapan larangan mudik, suasana di terminal ini ramai sekali seperti saat mudik.lebaran. (Wartakota/Nur Ichsan)
TUMPAH RUAH - Ribuan calon penumpang tumpah ruah memenuhi arel Terminal Bus AKAP Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (23/4/2020). (Wartakota/Nur Ichsan) (WARTAKOTA/Nur Ichsan)

Singgung Ekonomi di Tengah Corona, Jokowi: Kita Beruntung sejak Awal Pilih PSBB Bukan Lockdown

Hariadi Wibisono kemudian meminta pemerintah benar-benar mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lain.

Dirinya mengatakan Virus Corona bukanlah penyakit sembarangan, melainkan penyakit menular dan bisa menjangkit siapapun.

"Saya akan mengajak kita semua berpikir kembali siapa musuh kita ini, yaitu Covid-19, di mana sifat dari Covid-19 ini bisa menular dari orang ke orang kemudian bisa ditularkan melalui percikan ludah," ujar Hariadi Wibisono.

Namun dengan melihat kebijakan baru dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, maka seakan-akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas kembali.

Padahal sebelumnya banyak transportasi umum juga sudah berhenti beroperasi untuk mensukseskan kebijakan dari pemerintah, seperti penerapan PSBB maupun larangan mudik.

Dan itu jelas sangat beresiko apalagi penyebaran Virus Corona di Indonesia belum berakhir, bahkan baru akan menuju puncak.

"Jadi salah satu syarat untuk memutus rantai penularan adalah menjaga jarak berupa social distancing, physical distancing, ini menjadi syarat," jelasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved