Terkini Nasional
Usul ke Jokowi untuk Potong Pendapatan ASN Gol III Sebanyak 50 Persen, Ini Alasan Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo dengan tegas mengusulkan kepada pemerintah pusat agar memotong 50 persen pendapatan aparatur sipil negara (ASN).
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan tegas mengusulkan kepada pemerintah pusat agar memotong 50 persen pendapatan aparatur sipil negara (ASN).
Usulan ini ditujukan Ganjar Pranowo sebagai bentuk upaya menanggulangi bencana Covid-19 di Indonesia.
Pemotongan tersebut khususnya diusulkan bagi ASN yang telah menduduki golongan III ke atas.
Usulan Ganjar Pranowo tersebut disampaikan saat mengikuti rapat terbatas tentang Musrenbangnas 2020 secara virtual, Kamis (30/4/2020).

• Curhat Guru di Mata Najwa, Mau Mudik karena Corona Sekaligus Takut: Sudah Dapat Label Pembawa Virus
Pada Musrenbangnas tersebut, hadir pula Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, jajaran menteri kabinet dan sejumlah kepala daerah.
Kepada Presiden Jokowi, Ganjar mengusulkan saat ini waktunya pemerintah menguji kepekaan terhadap krisis yang terjadi.
"Saya usul pak, sense of crisis kita hari ini mesti kita uji pak," terangnya dikutip dari kanal Ganjar Pranowo, Jumat (1/5/2020).
"Saya usul seluruh pendapatan kita (ASN Gol.III ke atas) besok dipotong 50% pak, pendapatan bukan gaji," tegasnya.
Apa yang disampaikan oleh Ganjar Pranowo tersebut setidaknya bisa menjadi keputusan yang melegakan bagi masyarakat kecil yang terdampak.
Terutama, bisa menunjukkan bahwa pemerintah sensitif terhadap keadaan masyarakat yang tengah diterpa krisis.
"Kalau ini bisa menjadi keputusan nasional setidaknya melegakan," ujar Ganjar.
"Kalaulah ekonomi reborn lagi, maka kita akan kembalikan."
"Keputusan ini penting agar publik, rakyat tahu sensitifitas menghadapai persoalan ini," terangnya.
"Yang aman hari ini yang bergaji pak, yang mereka ada di luar tidak aman semuanya, maka sensitivitas ini harus kita tunjukkan," teganya.
• 100 Buruh Sampoerna Surabaya Positif Rapid Test Corona, Walkot Risma Sebut dari Pasien Tak Jujur
• UPDATE Virus Corona di Indonesia 30 April 2020: 10.118 Kasus Positif, 1.522 Sembuh, 792 Meninggal
Di luar konferensi, Ganjar mangatakan bahwa pihaknya juga telah menyampaikan hal serupa kepada Bappenas untuk segera diperhitungkan.