Virus Corona
Keluarga Pasien Covid-19 di Cirebon Tak Jujur, 21 Tenaga Medis Harus Diisolasi, Begini Kronologinya
Begini kronologi pasien Covid-19 yang tidak jujur hingga menyebabkan 21 tenaga medis RS TNI Ciremai diisolasi.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Letkol CKM Dr Wildan Sani SpU, Dandenkesyah Cirebon menjelaskan kronologi pasien Covid-19 yang tidak jujur hingga menyebabkan 21 tenaga medis RS TNI Ciremai diisolasi.
Kejadian ini bermula saat pasien berinisial M (70) masuk IGD RS Ciremai dengan kondisi penurunan kesadaran dan gangguan pernapasan pada Selasa (14/4/2020).
Pasien masuk diantar sejumlah anggota keluarganya.
Tim medis kemudian menanyakan riwayat pasien kepada keluarga pasien sesuai dengan protokol yang ditetapkan pemerintah, antara lain: melacak riwayat perjalanan, mewawancarai, dan mencari kemungkinan bertemu seseorang dengan gangguan pernapasan dan lainnya.
• Pemerintah Resmi Larang Mudik Mulai 24 April 2020, Luhut Pandjaitan: Sanksi Mulai 7 Mei
“Sayangnya keluarga pasien kurang terbuka. Karena kondisi pasien gawat, kami langsung melakukan pertolongan dengan standar prosedur level 2. Staf kami sudah menggunakan APD level 2 sesuai protokol menteri kesehatan,” kata Wildan saat konfrensi pers di ruang Public Safety Center (PSC) Kota Cirebon, Senin (20/4/2020).
Setelah dilakukan tindakan medis di IGD, pasien berangsur stabil, tekanan darah dan tensi turun serta pernapasan membaik.
Pasien dipindah ke ICU.
Tim medis juga melaksanakan rapid test, hasilnya negatif.
Sore harinya, tim medis mendapatkan informasi bahwa pasien pernah kontak dekat dengan anggota keluarga yang berstatus PDP dan sudah meninggal.
• Sempat Tak Makan 2 Hari karena Corona, Yuli Kini Meninggal, Pemkot Serang: Jangan Saling Menyalahkan
Dia membuka bungkus plastik dan peti jenazah anggota keluarga yang suspect Covid-19 sebelum dimakamkan.
Setelah mengetahui hal itu, tim medis RS TNI Ciremai langsung melakukan rangkaian tes dan pemeriksaan lanjutan, antara lain pemeriksaan radiologi dan didapatkan hasil bahwa paru-paru pasien terdapat cairan kuning yang merupakan indikasi positif Covid-19.
Dokter juga melakukan swab test namun hasilnya belum keluar.
Keadaan medis pasien, kata Wildan, semakin menurun sehingga dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (15/4/2020) pukul 00.15 WIB.
Tim medis juga langsung melakukan memakamkan pasien sekitar pukul 09.00 WIB sesuai protokol pemakaman Covid-19.
• Kronologi Pria di Pekanbaru Didatangi Dua Perampok, Bermula dari Pesan Wanita Panggilan Lewat Medsos
Klafirikasi hoaks dokter meninggal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kronologi-keluarga-pasien-covid-bohong-cirebon.jpg)