Breaking News:

Virus Corona

Jokowi Minta Buka-bukaan Data Virus Corona, Pakar Singgung Tingginya Angka Perokok di Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini meminta agar pihak terkait secara buka-bukaan membuka data Virus Corona.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Channel YouTube Kompas TV
Dosen Senior Centre For Precision Health Unisa, Beben Benyamin (tengah) melalui sambungan telepon di acara Sapa Indonesia Malam pada Jumat (17/4/2020). 

"Kemudian juga penyakit-penyakit lain itu juga kan membutuhkan penanganan khusus sehingga data-data epidemiologi kemudian itu bisa digunakan misalkan terbuka," jelasnya.

Curhat Dokter RS Kariadi Positif Corona soal Pasien Tak Jujur: Kami selama Ini Tidak di Garda Depan

Kemudian Beben menjelaskan dengan data yang dibuka maka pemerintah dan ilmuwan bisa bekerja sama untuk menemukan masalah apa yang sebenarnya terjadi pada pasien Indonesia terkait Virus Corona.

Jika telah ditemukan masalahnya, maka pemerintah dan ilmuwan bisa fokus pada masalah itu.

"Lalu misalkan kerja sama dengan ilmuan yang ada di Indonesia yang banyak maupun orang Indonesia di luar negeri, kita bisa olah data-data tersebut sehingga kita bisa memberikan rekomendasi kepada klinik oh ternyata data di Indonesia seperti ini, kayaknya bisa lebih fokus ke ini," pungkasnya.

Lihat videonya mulai menit ke-9:51:

Kritikan Effendi Gazali terkait Data Covid-19 di Indonesia

Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali menyinggung soal data korban Covid-19.

Hal itu diungkapkan Effendi Gazali saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (14/4/2020).

Effendi Gazali bahwa untuk mengatasi Virus Corona bukan hanya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

 Effendi Gazali Ungkit Janji Jokowi soal Bantuan: Lagi-lagi Lewat Jubir Presiden Fadjroel Rachman

"Rasanya PSBB malam ini Datuk Karni Ilyas dan seluruh pemirsa perlu kita beri bobot bukan lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar, tapi setidaknya Paradigma Sosial Berskala Benar."

"Bahkan kalau mau ke atas lagi peradaban sosial yang berskala benar," kata Effendi.

Lalu, ia menyinggung data yang diungkapkan oleh Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono.

Pandu Riono mengatakan penularan Virus Corona sudah terjadi sejak Februari 2020.

"Saya mau kasih lihat contohnya, tadi kita punya dua data, satu data dari Pak Prof Pandu dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ya datanya tadi, saya catat itu dengan jumlah orang yang akan meninggal, kemudian kasusnya, kalau intermes tidak cepat."

"Kalau pulang mudik katanya bisa satu juta lebih akan terjadi kasus."

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Tags:
JokowiRokokYouTubeVirus Corona
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved