Virus Corona

Sakit Pilek dan Tenggorokan Kering di Tengah Wabah Corona, Gejala Covid-19 atau Pengaruh Cuaca?

Mengalami gejala seperti flu, pilek ataupun tenggorokan kering ternyata belum tentu terinfeksi Virus Corona.

Sakit Pilek dan Tenggorokan Kering di Tengah Wabah Corona, Gejala Covid-19 atau Pengaruh Cuaca?
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

TRIBUNWOW.COM - Di tengah merebaknya wabah Virus Corona atau Covid-19, tidak sedikit masyarakat yang khawatir karena mengalami gejala seperti flu, pilek ataupun tenggorokan kering.

Perubahan cuaca yang tidak menentu, bisa jadi panas sekali bahkan bisa seketika hujan lebat disertai angin kencang dan petir, disebut-sebut juga berpengaruh pada imunitas diri seseorang dan menyebabkan gejala terjadi.

Lantas benarkah cuaca memang dapat membuat imunitas atau kekebalan tubuh seseorang menurun dan menimbulkan gejala flu, pilek ataupun tenggorokan kering?

Kata Gus Mus soal Hukum Tidak Salat Jumat Digantikan Salat Dzuhur di Rumah karena Virus Corona

Menjawab hal ini, Dokter ahli gizi dan magister filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum, mengatakan cuaca memang ada kaitannya dengan kekebalan tubuh manusia.

"Memang ada hubungannya dengan itu (cuaca dan kekebalan tubuh)," kata Tan dalam Facebook livenya, Sabtu (21/3/2020).

Dicontohkan oleh Tan, seseorang yang terbiasa dengan cuaca panas atau tidak begitu dingin, ketika berada di wilayah yang cuacanya cenderung dingin, maka tubuhnya akan bereaksi.

Begitu juga sebaliknya, orang yang terbiasa di cuaca yang dingin, cenderung tubuhnya akan memiliki reaksi tersendiri saat dipaksa atau terpaksa berada di tempat yang begitu panas.

Sosiolog UI Imam Prasodjo Stress karena Perilaku Warga di Tengah Virus Corona: Saya Ketar-Ketir

Pada cuaca yang dingin, reaksi pada tubuh yang bisa terjadipun beragam atau berbeda-beda pada setiap orang, bisa jadi timbul alergi, gatal-gatal, kulit tubuh yang memerah, kulit yang bentol-bentol, flu dan lain sebagainya.

"Tapi reaksi itu bukan bereaksi karena Covid-19," ujar dia.

Reaksi tubuh seperti yang disebutkan itu disebut dengan Imunoglobulin A dan itu adalah hal yang wajar saja terjadi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved