Breaking News:

Virus Corona

Fakta Keluarga Buka Kantong Plastik Jenazah PDP Corona di Kolaka, Sempat Bersitegang dengan Pihak RS

Tindakan berbahaya tersebut menjadi sorotan, lantaran hasil swab tes pasien belum keluar, sehingga belum ada jaminan pasien negatif Covid-19.

Editor: Lailatun Niqmah
Kompas TV
Tangkapan layar dari tayangan Kompas TV, keluarga nekat bawa pulang jenazah PDP virus Corona dengan mobil pribadi. 

"Perlakuan kepada jenazah itu dengan standar Covid-19, yang memandikan pun harus memakai APD dilakukan oleh tenaga medis langsung," ujar dia.

Rabiul Awal mengatakan ia telah melihat video sejumlah keluarga pasien di rumah duka di Kolaka melakukan kontak yang erat dengan jenazah.

Ia menyayangkan sikap keluarga yang tidak mematuhi prosedur pemulasaran jenazah dengan standar korban terinfeksi Covid-1 seperti yang ditetapkan WHO, meski pasien berstatus PDP.

Sementara itu suami pasien, sudah diambil sampel tenggorokan untuk tes Virus Corona.

Hal tersebut dilakukan karena suami korban kontak erat dan ikut mengurus selama di rumah sakit.

Lakukan Local Lockdown, Wali Kota Tegal Dedy Yon: Lebih Baik Dibenci daripada Maut Jemput Warga

Orang Tua dan Adik Positif Corona, Eva Sempat Ditolak saat Periksakan Diri di RS: Bisa Mati Cemas

Hasil tes belum keluar

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dr Rabiul Awal mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji swab yang telah dikirim ke Jakarta.

Untuk itu ia meminta agar masyarakat tidak berspekulasi.

"Belum positif Corona. Jadi, dia statusnya suspect corona atau terminologinya sekarang PDP."

"Korban sudah di-swab, hari Selasa kemarin dikirim ke Jakarta, kami menunggu hasilnya tiga sampai lima hari keluar," kata dr Wayon.

Ia mengatakan jika positif, maka warga yang melayat otomatis masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan wajib mengisolasi diri di rumah.

"Kalau positif, masuk kategori ODP, isolasi diri, utamanya yang kontak langsung."

"Jadi, sudah koordinasi antara Dinkes Kabupaten Kolaka maupun Provinsi untuk melakukan pendataan atau mencari warga yang datang melayat," tegas dia.

Sementara itu Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Komisaris polisi dr Mauluddin menuturkan pihak RSUD Bahteramas telah melakukan standar penanganan jenazah infeksi corona.

Yakni dengan membungkus jenazah dengan pakaiannya, mengkafaninya lalu dibungkus plastik kedap.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Tags:
Virus CoronaKolakaCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved