Terkini Daerah
Pengacara Korban Pembunuhan oleh ABG 15 Tahun Sebut Kejadian Telah Direncanakan: Cara Pikir Ekstrem
Pengacara Keluarga Korban Pembunuhan oleh Remaja 15 tahun berinisial NF yakni Azam Khan menilai bahwa kasus ini telah direncanakan.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Jadi tidak direncanakan tapi pernah dia merasa ingin melakukan tapi bisa ditahan," sambungnya.
Lalu, Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri menyinggung soal Colous Unemotional.
"Merasa pertanyaanya? Merasa apa sesungguhnya dengan perilaku sedemikian rupa."
"Kalau istilah itu dipakai Colous Unemotional maka boleh jadi tidak ada perasaan bergejolak di situ," singgung Reza.
Reza mengatakan bahwa sebenarnya kognitif emphaty atau empati pemikiran pelaku berjalan.
"Itu sebabnya karangan ilmuan membedakan antara Cognitif emphaty, empati pemikiran dengan affective emphaty, empati perasaan."
"Yang mendorong seseorang datang ke polisi tapi tanpa rasa penyesalan kognitif emphaty," katanya.
• Diperiksa Polisi, Orangtua ABG Pembunuh Bocah Usia 6 Tahun Beberkan Kebiasaan Pelaku saat SD
Cognitif Emphaty membuat seseorang tahu yang dia perbuat keliru.
"Dia tahu persis bahwa apa yang dilakukan ini keliru dia tahu persis bahwa apa yang dia lakukan kemudian ini tanda petik memberikan kemanfaatan tertentu," jelas Reza.
Namun, Reza menduga affective emphaty atau perasan empati pada pelaku tidak berjalan.
"Apalah kemudian affective emphaty tergugahnya perasaan akan ikut mengiringi belum tentu," pungkasnya.
Lihat videonya mulai menit ke-10:32:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)