Terkini Daerah
Ungkap Sederet Kejanggalan, Ibu Mayat Balita Tanpa Kepala Yakin sang Anak Tak Tewas Dimakan Binatang
Ibunda balita yang tewas tanpa kepala dan organ dalam di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengungkap kejanggalan kematian putranya.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Meli Sari, ibunda balita yang tewas tanpa kepala dan organ dalam di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengungkap kejanggalan kematian putranya.
Dilansir TribunWow.com, Meli Sari bahkan menangis saat menyampaikan kondisi anaknya saat ditemukan tewas di saluran air.
Meli Sari pun yakin anaknya yang bernama Muhammad Yusuf Gazali itu tak tewas karena tercebur saluran air ataupun dimakan binatang.
• Menangis Ungkap Kondisi Anaknya, Ibu Mayat Balita Tanpa Kepala: Belum Ada Kejelasan Penyebabnya
• Tangis Ibu Balita Tanpa Kepala di Samarinda di Depan Hotman Paris: Sampai Kini Kasus Cuma Kelalaian
Hal itu disampaikan Meli Sari melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Senin (17/2/2020).
"Kalau saya memang terus terang kan orang awam, karena saya sendiri melihat kondisi jasad anak saya ditemukan," terang Meli Sari.
"Jelas saya merasa janggal dengan kondisi jasad yang ditemukan pada saat itu."
Lantas, Meli Sari pun mengungkap kondisi psikologis Yusuf selama ini yang dikenal takut air.
Hal itu tentunya bertentangan dengan keterangan polisi yang menyebut Yusuf tercebur di saluran air saat hujan.
"Dari psikologis anak saya, dia itu terlambat bicara, takut air, takut akan daerah-daerah lembab," ujar Meli Sari.
"Dan pada saat itu hilang, kondisi pada saat di situ hujan. Tidak mungkin anak saya keluar sendiri dan tercebur."
Tak hanya itu, Meli Sari juga mengungkap kondisi tubuh Yusuf saat ditemukan tewas di sebuah saluran air.
Ia pun tak mampu lagi membendung air matanya saat mengungkap kondisi jasad Yusuf.
"Dan dari jasad, mohon maaf, kepalanya udah enggak ada, telapak tangan, kaki, organ dalam enggak ada," ucapnya menangis.

• Orang Tua dari Balita yang Ditemukan Tanpa Kepala Sebut Ada Kejanggalan dalam Kematian Anaknya
Hal itu juga dinilainya sangat tak sesuai dengan keterangan polisi yang menyebut Yusuf tewas karena tercebur ke dalam saluran air lalu tubuhnya dimakan binatang.
"Enggak mungkin anak saya tercebur 16 hari baru ditemukan," ujar dia.