Virus Corona
Soleman Ponto Ungkap Alasan Menkes Terawan Diam soal WNI Wuhan ke Natuna: Tak Tahu yang akan Terjadi
Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI, Soleman Ponto mengungkap alasan mengapa Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto lebih banyak diam
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
Huda mengatakan, Natuna selama ini selalu 'welcome' dengan pendatang.
Ia menceritakan pengungsi Vietnam hingga orang Jawa bisa tinggal di Natuna.
"Dari saya kecil sejak tahun 75 ada ribuan pengungsi dari Vietnam yang datang ke Natuna dan itu kami tampung."
"Di rumah-rumah kami sendiri saking banyaknya, baru ke pulau Galang, berikutnya pada tahun 80 an ada ribuan transmigrasi yang didatangkan dimasukkan ke Natuna."
"Orang Jawa dan orang dari orang Medan dan kami terima dan sampai hari ini tidak ada masalah, dan ini perlu diketahui," jelas Huda.
Bahkan, Bupati Natuna merupakan seseorang dari Jawa.
"Dan di Natuna suku sangat banyak termasuk bupatinya orang Jawa bisa menjadi Bupati di Natuna, belum tentu di tempat lain bisa," lanjutnya.
Huda kemudian menjelaskan dampak setelah kedatangan WNI dari Wuhan tersebut.
"Terus sekarang semua suku ada, hari ini yang terjadi di Natuna dengan informasi yang kacau balau, informasi yang simpung siur, masyarakat gelisah, ada hal-hal yang terjadi yang publik perlu ketahui."
"Di sana bahwa yang sudah kelihatan ada akibat baru tiga hari sudah ada akibat," ungkapnya.
• Menkes Terawan Ungkap Alasan Santai Hadapi Virus Corona: Lebih Besar Batuk Pilek Penyebab Kematian
Huda mengatakan, aktivitas masyarakat seperti kegiatan di pasar mulai sepi.
Kedua, orang-orang Natuna banyak yang pergi wilayah lain.
"Pertama, pasar di kota Ranah itu sepi, orang tutup toko"
"Kedua, memang mungkin bukan eksodus, tapi sudah banyak orang pergi dari pulau besar itu untuk ke pulau-pulau lainnya."
"Kebetulan datang itu Minggu dan Minggu malam itu datang kapal PELNI ke Pontianak itu juga banyak ke sana," kata dia.