Breaking News:

Virus Corona

Soleman Ponto Ungkap Alasan Menkes Terawan Diam soal WNI Wuhan ke Natuna: Tak Tahu yang akan Terjadi

Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI, Soleman Ponto mengungkap alasan mengapa Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto lebih banyak diam

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
Channel Youtube Indonesia Lawyers Club
Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI, Soleman Ponto mengungkap alasan mengapa Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto lebih banyak diam terkait karantina WNI dari Wuhan, China ke Natuna. 

Saking cepatnya, pemerintah termasuk Menkes Terawan belum tau apa yang akan selanjutnya terjadi.

Menkes Terawan disebut memilih diam daripada ia memberikan keterangan yang salah.

"Sehingga apa yang dibuat oleh Angkatan Udara itu secepat-cepatnya hanya bisa dibuat di sana, karena saking cepatnya pemerintah pun dalam arti seperti Menkes dia kan tidak tahu apa sebenarnya yang akan terjadi.

"Kalau Menkes bicara juga salah, tambah parah jadi lebih baik diam dari yang lain," ungkapnya.

Sehingga yang terpenting adalah bagaimana ratusan WNI itu bisa segera diobservasi.

"Lebih dari salah lagi pemerintah, yang penting bagaimana orang-orang ini cepat datang ke situ, cepat terobservasi, cepat itu dibangun," kata Soleman Ponto.

675 Warga Tinggalkan Natuna setelah Jadi Tempat Isolasi Virus Corona, Ini Kata Kepala Dishub

Natuna juga merupakan tempat paling dekat dari Jakarta.

Saking penting dan mendadaknya para WNI itu harus diobservasi, maka terjadilah miskomunikasi antara pemerintah dengan masyarakat Natuna.

"Enggak ada tempat lain secara Natuna yang deket dari Jakarta. Ndak mungkin di bawa ke Timur kejauhan, dan pesawat paling besar bisa masuk hanya di sana."

"Jadilah itu sebabnya kenapa terjadi misinformasi ya jelas karena cepat-cepat karena semua harus cepat," jelas Soleman Ponto.

Lihat videonya mulai menit ke-4:10:

Masyarakat Natuna Ungkap 3 Dampak setelah Kedatangan WNI dari Wuhan

Tokoh Masyarakat Natuna, Rodhial Huda angkat bicara terkait 'bully-an' kepada warganya akibat menolak karantina WNI dari Wuhan, China di daerah tersebut.

Hal itu diungkapkan Rodhiul Huda saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (4/2/2020).

"Masalah kami Natuna hari ini di-bully bahwa kami tidak Indonesia, kami tidak berperikemanusiaan karena menolak saudaranya sendiri perlu untuk diketahui," ujar Rodhiul Huda.

 Kisah Dokter Beri Peringatan sebelum Virus Corona Menyebar, Sempat Diancam Polisi dan Kini Tertular

Halaman
1234
Tags:
Terawan Agus PutrantoVirus CoronaCoronaSoleman B Ponto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved