Breaking News:

Kabinet Jokowi

Cara Luhut Tanggapi Investor yang Tertarik ke Indonesia: Kalau Anda Bicara-bicara Saja Capek Saya

Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan pengalamannya berdiskusi dengan seorang konglomerat asal Australia yang ingin berinvestasi di Indonesia

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube Najwa Shihab
Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan pengalamannya berdiskusi dengan seorang konglomerat asal Australia yang ingin berinvestasi di Indonesia, Rabu (29/1/2020) 

Berdasarkan penjelasannya tadi, Luhut menekankan apa yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat ini merupakan hal yang efeknya dapat terasa optimal dalam jangka panjang.

Ia mengatakan apabila pengganti Jokowi nanti memiliki visi misi yang sama, maka sangat mungkin perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 7 hingga 8 persen.

"Pak Jokowi ini selama lima tahun pertama, Beliau meletakkan landasan, sekarang kedua ini (periode kedua) saya bikin lebih cepat, sehingga nanti kalau Beliau selesai yang kedua, kalau penggantinya seperti Beliau juga Indonesia itu untuk tumbuh 7 sampai 8 persen saya kira 10 tahun, 15 tahun lagi tidak akan sulit," papar Luhut.

Bahas Harun Masiku, Mahfud MD Tak Ada Urusan Yasonna Laoly Pecat Dirjen Imigrasi: Dikira Ikut Main

Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-13.50:

Haris Azhar Tanggapi 100 Hari Jokowi

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar menyoroti kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)- Maruf Amin yang sudah memasuki hari ke 100.

Ia menilai tak ada perkembangan berarti dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi.

Menurutnya, banyak kemerosotan yang terjadi dalam hampir semua aspek.

Haris Azhar nilai pemerintahan kedua Jokowi justru timbul masalah-masalah baru.
Haris Azhar nilai pemerintahan kedua Jokowi justru timbul masalah-masalah baru. (YouTube KOMPASTV)

 

 Didebat YLBHI, Politisi NasDem Bandingkan Era Jokowi dengan Soeharto: Anda Gak Ngalamin

Utamanya adalah penegakan hukum untuk koruptor dan juga pelanggar HAM

"Enggak ada tanda-tanda positif, masih seperti dulu," katanya seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin (27/1/2020).

"Rumusnya gampang, korban pelanggaran HAM, pelanggaran hukum di masa-masa sebelum Jokowi enggak ada yang diselesaikan."

Haris juga berujar, bukannya menyelesaikan, pada masa pemerintahan kedua Jokowi ini justru malah menambah masalah.

Dalam penindakan korupsi, Haris mengatakan pemerintah malah terlihat mendukung para koruptor.

Hal ini dibuktikan dengan adanya undang-undang baru untuk KPK yang dinilai melemahkan lembaga antirasuah tersebut.

"Tapi di dalam zamannya dia (Jokowi) malah justru banyak kasus-kasus baru," paparnya.

 Jokowi Sebut Jiwasraya adalah Kasus Lama, SBY Merasa Terusik: Salahkan Saja Masa Lampau

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/4
Tags:
Luhut Binsar PandjaitanIndonesiaInvestasi
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved