Pakar Hukum Pidana Komentari Kakek Samirin Dihukum setelah Curi Getah Karet Senilai Rp17 Ribu

Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan mengomentari kasus Kakek Samirin (68) yang mencuri sisa getah karet di Perkebunan PT Bridgestone.

Pakar Hukum Pidana Komentari Kakek Samirin Dihukum setelah Curi Getah Karet Senilai Rp17 Ribu
Capture Youtube Najwa Shihab
Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan, dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan mengomentari kasus Kakek Samirin (68) yang mencuri sisa getah karet di Perkebunan PT Bridgestone, Tapian Dolok, Simalungun, Sumatera Utara.

Diketahui Samirin divonis dua bulan empat hari kurungan karena mengambil sisa getah karet sebanyak 1,9 kilogram atau sekitar Rp 17.000.

Membahas kasus tersebut, Asep berpendapat ada permainan pasal yang digunakan untuk menjatuhkan hukuman kepada Samirin.

 

Fakta Kakek Samirin yang Dipenjara karena Curi Getah Karet Seharga Rp 17 Ribu dari Perusahaan Swasta

Melalui tayangan Mata Najwa bertajuk "Hukum Pilah-Pilih", awalnya Najwa Shihab mengungkapkan dugaan pasal yang digunakan untuk menuntut Samirin tidak tepat.

"Ada Perma (Peraturan Mahkamah Agung) kalau tindak pidana yang dianggap ruginya kurang dari Rp 2,5 juta, seharusnya tidak perlu masuk ke persidangan," kata Najwa, Rabu (22/1/2020).

Asep menegaskan bahwa hukum harus dilaksanakan sama rata kepada siapapun.

"Ada catatan penting, hukum tidak boleh pilah-pilih. Kedua, penegak hukum tidak boleh pilah-pilih pasal," jawab Asep tegas.

"Kalau lihat faktanya jelas ini KUHP. Pencurian," lanjutnya.

Ia menyebutkan penegak hukum yang menangani kasus tersebut sengaja memilih pasal yang dapat memberatkan Samirin.

"Penegak hukum memilih pasal. Kalau menggunakan pasal pencurian KUHP, tidak boleh diproses karena Rp 2,5 juta tadi," katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved