Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Pakar Ekspresi Soroti 'Isi Kepala' Tersangka yang Teriak Novel Pengkhianat: Pribadi atau Institusi?

Psikolog Forensik Reza Indragiri menyoroti motif tersangka penyerang Novel Baswedan tampak emosional di hadapan awak media.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
YouTube Talk Show tvOne
Ahli psikologi forensik Reza Indragiri menduga adanya konflik yang lebih besar dari sekadar dendam pribadi pada kasus Novel Baswedan 

Reza mengkhawatirkan hubungan Polri dan KPK kembali merenggang pasca penangkapan kedua tersangka.

"Tapi imbas secara psikologis imbas secara emosional yang melibatkan dua institusi saya khawatir akan berkepanjangan," kata Reza.

"Memori kita menyimpan sekian banyak peristiwa yang maaf kata, 'Getir namun nyata' terkait relasi antar dua institusi ini."

Simak video berikut ini menit 17.33:

Kejanggalan di Balik Teriakan Tersangka

Pakar Ekspresi, Handoko Gani buka suara soal teriakan satu di antara dua tersangka penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Tersangka itu berteriak sambil mengatakan Novel Baswedan adalah seorang pengkhianat.

Dilansir TribunWow.com, terkait hal itu, Handoko Gani pun melihat adanya sejumlah kejanggalan.

Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Minggu (29/12/2019).

Mulanya, Handoko membandingkan ekspresi marah tersangka dengan perbuatan keji yang dilakukan hampir 3 tahun lalu.

"Kalau kita lihat dari video yang kurang lebih 8 detik tersebut dan apabila kita hanya menganalisis dari situ saja," ucap Handoko.

"Justru saya ingin katakan ekspresi tersebut bukanlah ekspresi yang termasuk dalam kategori marah yang sudah bisa membuat beliau ini melakukan hal yang sedemikian kejinya."

Makna Kata Catat oleh Tersangka Penyerangan Novel Baswedan Diungkap Mantan Penyidik Polri

Menurut Handoko, ekspresi yang ditampakkan oleh tersangka berinisial RB itu justru kurang mencerminkan kemarahan yang sesungguhnya.

"Artinya kalau kita bicara soal emosi marah yang dimaksud ini harusnya sudah yang level maksimum," kata Handoko.

"Dan ini saya tidak lihat dalam video yang durasinya sangat pendek itu."

Halaman
123
Tags:
Kasus Novel Baswedan TerungkapNovel BaswedanKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved