Terkini Nasional
Sebut Demokrasi Tak Jalan karena Banyak Hukum, Ini Penjelasan Rocky Gerung
Pengamat Politik Rocky Gerung memberikan penilaian terhadap kondisi hukum dan demokrasi di Indonesia, khususnya sepanjang tahun 2019.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Rocky Gerung mengungkit dua peran Jokowi yang dinilai tidak sesuai dengan nilai pancasila.
Yakni soal kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai awal 2020 mendatang dan soal kebijakan untuk memindah ibu kota negara ke Kalimantan Timur.
Mendengar pernyataan dari Rocky Gerung, Junimart Girsang pun tidak tinggal diam.
Junimart Girsang menyarankan kepada Rocky untuk masuk ke dunia politik.
Hal itu bertujuan supaya Rocky Gerung bisa paham benar dengan dunia perpolitikan.
"Saya kira Bung Rocky perlu masuk ke dunia politik," ujar Junimart.
• Rocky Gerung Duga Kasus Jiwasraya Sengaja Diulur untuk Kepentingan 2020: Otak Politisi Begitu
Namun, Rocky Gerung langsung menolak saran dari Junimart.
Menurut Rocky Gerung, lebih enak mengamati dari kejauhan daripada harus terjun langsung di dalamnya.
"Buat apa? Mengamati dari jauh itu lebih tajam daripada yang di dalam," sahut Rocky.

Junimart lalu mengibaratkan Rocky Gerung seperti pada pertandingan sepakbola.
Dengan memposisikan Rocky Gerung sebagai suporter.
"Kalau hanya pengamat kita kayak menonton bola seperti penonton, kita ribut sendiri yang main yang sibuk pak, itu pengamat," ucap Junimart.
Junimart meminta Rocky Gerung untuk bergabung di dunia politik dan ikut memperbaiki.
"Memperbaiki dong, masuk dong, ayo dong" ajaknya.
• Debat soal Bebas Berpendapat, Rocky Gerung Sindir Junimart Girsang: Kebebasan untuk Memuji Presiden
Mendengar ucapan dari Junimart untuk diminta memperbaiki, Rocky Gerung menyimpulkan jika di dalam ada sebuah kerusakan.