Breaking News:

Dewan Pengawas KPK

Anggota Dewas KPK Harjono, Mantan Hakim MK yang Dikenal sebagai Pelaku Perubahan UUD 1945

Harjono menjadi satu dari empat Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Merupakan mantan hakim MK.

Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Ketua Pansel Hakim MK Harjono seusai menggelar tes wawancara calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di ruang Sebaguna Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019). Terbaru, Harjono resmi menjadi Dewan Pengawas KPK, Jumat (20/12/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Harjono menjadi satu dari empat Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Harjono resmi menjabat sebagai Dewas KPK setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (20/12/2019).

Lalu, siapa sosok Harjono yang akan mengawasi tugas dari KPK itu?

Temui Wartawan seusai Lantik Lima Dewas KPK, Jokowi: Kombinasi yang Sangat Bagus

Harjono merupakan mantan hakim Mahkamah Konstitusi.

Dilansir TribunWow.com dari dkpp.go.id, dirinya menjabat sebagai hakim MK selama dua periode, yaitu sejak 2003 hingga 2014.

Setelah itu pada tahun 2017, Harjono menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

Harjono juga dikenal sebagai pelaku perubahan UUD 1945.

Dilansir TribunWow.com dari situs mkri.id, selama masa jabatannya yakni pada tahun 1999-2002, Harjono terlibat dalam empat tahap perubahan UUD 1945.

Sebelum menjadi Hakim MK, Dia menjadi anggota Panitia Ad Goc III dan Panitia Ad Hoc I Badan Pekerja MPR dari Utusan Daerah.

Di situlah Harjono memberikan kontribusinya dalam perubahan UUD 1945.

Harjono mengawali kariernya di dunia politik sebagai anggota Utusan Daerah Jawa Timur di MPR.

Dari situlah akhirnya Harjono menjadi sosok penting di balik perubahan UUD 1945, berkat gagasan-gagasannya yang cemerlang.

Atas kerja keras dan prestasinya itu, pada tahun 2003 para anggota PAH I BP MPR dari PDI Perjuangan sepakat mengajukan Harjono sebagai Hakim Konstitusi melalui jalur DPR.

Namun, saat akan menjalani fit and proper test, Harjono mendapat telepon dari Departemen Hukum dan HAM yang mengatakan bahwa pemerintah saat itu, Presiden Megawati Soekarnoputri, akan mencalonkan dirinya sebagai Hakim Konstitusi.

Harjono akhirnya terpilih menjadi Hakim Konstitusi dari jalur pemerintah periode 2003-2008.

Jadi Anggota Dewas KPK, Ini Profil Syamsuddin Haris, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Profil:

Harjono merupakan anak pertama dari sembilan bersaudara.

Dirinya lahir di Nganjuk, Jawa Timur pada tanggal 31 Maret 1945 dari pasangan Adi Seodarmo dan Soewarni.

Harjono sempat akan diberikan nama Bambang Bintaro, namun kedua orang tuanya tidak saling sepakat.

Dia mempunyai istri bernama Siti Soendari, perempuan lulus Institut Teknologi Surabaya.

Bersama Siti Soendari, ia sudah dikaruniai empat orang anak.

Riwayat Pendidikan

Harjono mengawali pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) yang sekarang sudah berganti nama menjadi Sekolah Dasar (SD) pada tahun 1955.

Saat memasuki jenjang SMA, Harjono sempat pindah sekolah, dari SMA Nganjuk menjadi SMA di Cimahi.

Hal itu lantaran adanya kesulitan ekonomi, yang memaksa Harjono ikut bersama pamannya yang bertugas di Pusat Pendidikan Peralatan TNI AD.

Namun tidak lama bersekolah di SMA Cimahi, Harjono kembali pindah ke Surabaya, yaitu SMAN 5 Surabaya.

Setelah lulus SMA, Harjono kemudian melanjutkan ke jenjang kuliah yaitu di Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya.

Pada masa kuliahnya, Harjono ikut menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Bahkan sebelum kuliahnya selesai, Harjono sudah diangkat sebagai asisten dosen mata kuliah Hukum Tata Pemerintah dan juga calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Resmi Dilantik Jadi Dewas KPK, Ini Sepak Terjang Artidjo Alkostar, Dikenal sebagai Musuh Koruptor

Setelah mendapatkan gelar sarjana, Harjono berhasil meraih beasiswa menempuh kuliah master di bidang hukum di Southern Methodist University, Dallas, Texas, AS.

Harjono menempuh program Master of Comparative Law (MCL) bersama roommate-nya di sana, Bagir Manan, yang kelak menjadi Ketua Mahkamah Agung RI.

Seusai meraih gelar MCL., Harjono kembali mengajar di program pascasarjana Unair dan juga beberapa perguruan tinggi di Malang dan Yogyakarta.

Ini Alasan Jokowi Tunjuk Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai Ketua Dewan Pengawas KPK

Lima Nama Dewan Pengawas KPK

1. Artidjo Alkostar - Mantan Hakim Mahkamah Agung (Anggota Dewas KPK)

2. Albertina Ho - Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang (Anggota Dewas KPK)

3. Syamsuddin Haris - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Anggota Dewas KPK)

4. Harjono- Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (Anggota Dewas KPK)

5. Tumpak Hatarongan Panggabean - Mantan Wakil Ketua KPK (2003-2007) (Ketua merangkap Anggota Dewas KPK).

(TribunWow.com)

Tags:
Dewan Pengawas KPKHarjonoKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)UUD 1945
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved