Breaking News:

Terkini Nasional

Soal SKB 11 Menteri, Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko Sebut sebagai Langkah Represif Pemerintah

Polemik soal SKB 11 menteri untuk ASN dinilai membatasi ruang gerak ASN dalam berpendapat, Budiman Sudjatmiko pun punya pendapat lain.

YouTube KOMPASTV
Politisi PDIP Budiman Sudjatmio saat sampaikan pendapatanya soal SKB 11 menteri 

TRIBUNWOW.COM - Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko angkat bicara soal penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 menteri mengenai penanganan radikalisme di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Budiman Sudjatmiko menilai penerbitan SKB menteri merupakan tindakan represif yang dilakukan pemerintah.

Hal ini ia sampaikannya dalam program acara Rosi di Kompas Tv, Kamis (28/11/2019).

"Represif pasti iya, dalam negara demokrasi selain ada unsur kebebasan, juga ada unsur represif salah satunya adalah penegakan hukum," ujar Budiman.

Gara-gara Gebrakan Menteri soal Aturan Baru ASN, Rocky Gerung Debat dengan Budiman Sudjatmiko

Menurut Budiman, ASN merupakan bagian dari birokrasi negara.

Untuk itu, Budiman menilai hak asasi dari ASN tersebut harus dibedakan dari warga pada umumnya.

"Sebagaimana ketika Anda menjadi anggota organisasi apapun, ada ketentuan misalnya menjaga rahasia organisasi," ucap Budiman.

Budiman lalu mengatakan, tindakan ini digunakan untuk mengontrol perilaku ASN dalam menggunakan fasilitas negara.

Ia menyebut ada beberapa lembaga negara yang digunakan ASN untuk menyebarkan pemahaman yang bertentangan dengan ideologi negara.

"Banyak sekali lembaga-lembaga negara, BUMN, birokrasi yang sering dipakai beberapa fasilitas untuk kemudian berbicara mengganti dasar negara," papar Budiman.

"Menilai kebijakan politik pimpinan politiknya."

Budiman mengatakan ketika hal tersebut dibicarakan di internal ASN, maka tidak jadi masalah.

Namun ketika sudah dibicarakan di luar area dalam hal ini adalah pada media sosial, maka hal tersebut menjadi tidak etis.

Pembahasan mengenai SKB 11 menteri di program Rosi Kompas Tv
Pembahasan mengenai SKB 11 menteri di program Rosi Kompas Tv (YouTube KOMPASTV)

Hal berbeda disampaikan oleh peneliti P2D Rocky Gerung.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved