Terkini Nasional
Logo SNI dan Halal Ompreng MBG Diduga Dipalsukan, Ini Keterangan Polisi
Dugaan pemalsuan ompreng atau nampan makan bergizi gratis (MBG) terungkap setelah polisi menggrebek ruko di kawasan Ancol pada Minggu (2/11/2025).
Penulis: Magang TribunWow
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Dugaan pemalsuan ompreng atau nampan makan bergizi gratis (MBG) terungkap setelah polisi menggrebek ruko di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Minggu (2/11/2025).
Diketahui perusahaan importir yang tidak disebutkan namanya itu mengubah label "Made in Tiongkok" menjadi "Made in Indonesia" serta memalsukan logo halal.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Utara Ipda Mariyati Jonggi Siregar menyebut pihaknya masih mendalami temuan itu.
"Kegiatan ini menindaklanjuti adanya laporan dan informasi dari masyarakat terkait dengan dugaan adanya perdagangan ilegal penggunaan label SNI palsu atau logo halal yang diduga tidak sesuai ketentuan," ungkap Mariyati Jonggi Siregar pada Minggu (2/11/2025), dikutip dari KompasTV.
"Saat ini Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait adanya dugaan pergantian lebel dari 'Made in China' menjadi 'Made in Indonesia'," jelasnya.
Dalam hal ini, pelaku dapat dijerat Pasal 62 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Standarisasi dan Penilaian Soal Kesesuaian SNI.
Adapun hukuman pidananya mencapai maksimal 7 tahun penjara dan maksimal denda Rp50 miliar.
Baca juga: Soal Isi Bisikan Prabowo ke Donald Trump saat KTT Mesir, Pakar Sindir soal Hubungan Palestina-Israel
Tanggapan BGN
Wakil Ketua Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang menuturkan bahwa modus pemalsuan ompreng ini dijalankan lewat produk dari Cina.
"Barang-barang itu diimpor dari China. Setelah tiba di Indonesia, produk-produk itu kemudian diberi label made in Indonesia sehingga seolah-olah diproduksi secara lokal," kata Nanik Sudaryati Deyang, Selasa (4/11/2025), dilansir oleh Kompas.com.
Nanik turut menyebut tindakan pelaku ini membahayakan konsumen.
Sebab, label SNI dan halal menunjukkan kualitas bahan yang digunakan.
"Pemalsuan label ini dapat menyesatkan masyarakat dan berpotensi membahayakan kesehatan, terutama jika bahan yang digunakan tidak memenuhi standar," ujarnya.
Selain logo SNI dan logo halal, Nanik mengungkap pelaku juga menambahkan logo BGN.
Baca juga: Prabowo Canangkan Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, P2G: Malah Nambah Beban, Siswa Sudah Sumpek
Ompreng MBG Mengandung Minyak Babi
| BPKH Wujudkan Keadilan Sosial Bagi Masyarakat Indonesia: Bikin Haji Tak Pandang soal Latar Belakang |
|
|---|
| Semangat Lukman Busra: Penjual Bakso Bakar di Dibal Boyolali yang Sukses Pergi Haji di Usia Muda |
|
|---|
| Tangis Haru Tukang Gali Kubur di Solo: Berjuang Haji Bersama, Ditinggal 1 Tahun Sebelum Berangkat |
|
|---|
| Seruan Baitullah untuk Semua: Perjuangan Tukang Gali Kubur dan Tambal Ban di Solo Bukti Nyatanya |
|
|---|
| Ikhtiar Berkelanjutan BPKH Wujudkan Mimpi semua Bisa Haji Tanpa Terkecuali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Ompreng-MBGg.jpg)