Polemik APBD DKI 2020
ILC Bahas Anies Baswedan, Politisi PSI William Protes soal Pilihan Judul, Karni Ilyas Beri Pembelaan
Anggota DPR fraksi PSI, William Aditya Sarana hadir di acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (13/11/2019).
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR fraksi PSI, William Aditya Sarana hadir di acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (13/11/2019).
William Aditya Sarana hadir untuk membahas masalah Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2020.
Namun, sebelum membahas masalah tersebut, William Aditya Sarana terlebih dahulu memprotes pemilihan judul tema ILC malam itu.
• Di ILC, Budayawan Babe Ridwan Saidi Singgung PSI Terus Terang Jika Tak Mau Anies Maju Pilpres 2024
"Terima kasih Bang Karni atas kesempatan yang diberikan pada saya untuk memaparkan apa yang sudah dipermasalahkan PSI selama sebulan ini."
"Pertama-tama saya ingin menanggapi terhadap judul ILC pada malam hari ini yaitu Anies tidak berhenti dirundung tuduhan," ungkap William.
William merasa judul tersebut menggambarkan bahwa Anies sebenarnya tidak bermasalah.
"Seakan-akan mengatakan bahwa masalahnya itu tidak terjadi di Pak Gubernur itu sendiri," lanjut William.
Menanggapi protes William, pembawa acara ILC, Karni Ilyas lantas menjawab bahwa anggapan politisi 23 tahun itu tidak benar.
"Saya kira tuduhan itu bukan berarti tidak terjadi, kalau orang dituduh di pengadilan itu bisa terbukti bisa tidak terbukti," kata Karni Ilyas.
Lantas, Karni Ilyas menyarankan jika memang Anies terbukti melakukan kesalahan harap segera dibawa ke pihak berwajib.
"Kalau ini sudah terbukti dibawa aja ke pengadilan, artinya dibawa ke Mabes, langsung ke Polri, atau KPK jadi tersangka di," ujar Karni Ilyas.
Sedangkan, William terlihat mengiyakan ucapan Karni Ilyas.
Kemudian, William melanjutkan pernyataannya.
• Ungkap Alasan Mengapa Surya Paloh Sebut Nama Anies saat Kongres, Pengamat Singgung Ganjar Pranowo
William menyayangkan sikap Anies yang dianggap tidak berniat untuk melakukan transparansi anggaran.
"Jadi yang saya sampaikan di sini adalah, menurut saya titik permasalahan itu di political will dari Pak Gubernur Anies Baswedan."