Pesawat Lion Air Jatuh

Kecewa atas Investigasi Lion Air JT 610, Ayah Korban Sebut KNKT Tak Konsisten soal Kelayakan Terbang

Epi, Ayah korban jatuhnya Lion Air JT-610 menyatakan ketidakpuasannya atas pernyataan KNKT tentang kelayakan terbang pesawat yang berganti-ganti.

Kecewa atas Investigasi Lion Air JT 610, Ayah Korban Sebut KNKT Tak Konsisten soal Kelayakan Terbang
Capture Youtube BBC News Indonesia
Keluarga korban tidak puas dengan hasil investigasi Lion Air JT-610 yang dilakukan KNKT 

TRIBUNWOW.COM - Hasil investigasi Lion Air JT-610 menyebut ada kesalahan dari pilot dan teknis yang menyebabkan jatuhnya pesawat.

Rilis tersebut disampaikan oleh Nurcahyo Utomo, Kasubkom penerbangan sekaligus investigator Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKT) di Gedung KNKT, Jumat (25/10/2019).

Dilansir TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube BBC News Indonesia, satu di antara keluarga korban menyatakan ketidakpuasannya terhadap investigasi yang dilakukan oleh KNKT.

Keluarga korban tidak puas dengan hasil investigasi
Keluarga korban tidak puas dengan hasil investigasi (Capture Youtube BBC News Indonesia)

"Tidak puas karena masih ada pihak yang disalahkan, salah satunya pilot," ujar Epi Samsul Komar, orangtua dari Muhammad Ravi yang menjadi korban Lion Air JT-610.

"Kita sempat mengulas pernyataan dari KNKT layak atau tidak layak pesawat tersebut terbang," tambah Epi

Epi mengatakan pernyataan KNKT terkait kelayakann pewsawat untuk terbang, memiliki kontradiksi dengan pernyataan KNKT saat rilis hasil investigasi.

"Beberapa bulan lalu ada pernyataan itu (pesawat layak terbang, tapi sekarang disampaikan bahwa pesawatnya yang tidak benar (tidak layak terbang)," katanya.

KNKT Rilis Hasil Investigasi Kecelakaan Lion Air JT-610, Pilot Lalai Laporkan Kerusakan Pesawat

Video dapat dilihat mulai dari menit 0.53:

Kontradiksi Pernyataan KNKT

Dikutip dari bbc.com, Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menyatakan pada jumpa pers, Rabu 28 November 2018, bahwa pesawat LK-LQP pada suatu titik tidak lagi layak terbang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved