Pesawat Lion Air Jatuh
KNKT Rilis Hasil Investigasi Kecelakaan Lion Air JT-610, Pilot Lalai Laporkan Kerusakan Pesawat
Rilis investigasi KNKT terhadap kecelakaan Lion Air JT-610, temuan fakta pilot penerbangan sebelumnya lalai laporkan kerusakan
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Komisi Nasional Keselamatan Transportas (KNKT) mengumumkan hasil investigasi penyebab jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610, Jumat (25/10/2019).
Dilansir TribunWow.com dari tayangan Kompas Tv, Kepala Subkomite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menjelaskan ada kerusakan yang tidak dilaporkan oleh pilot pada penerbangan Denpasar-Jakarta saat itu.
Kelalaian tersebut menyebabkan kurangnya informasi teknisi dan pilot yang menerbangkan pesawat selanjutnya.

Nurcahyo Utomo Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT Umumkan Hasil Investigasi, Jumat (25/10/2019) (Capture Youtube KompasTV)
"Pada penerbangan Denpasar-Jakarta, pilot membuat laporan tentang kerusakan, tapi ada beberapa hal tidak dilaporkan oleh pilot," ujar pria yang akrab dipanggil Nurcahyo.
"Tidak dilaporkannya hal ini berakibat, satu pada teknisi yang melakukan perbaikan, lalu pada pilot yang menerbangkan pesawat keesokan harinya, mereka tidak mengetahui pada malam sebelumnya, pesawat ini mengalami sesuatu," tambahnya.
• 157 Orang Tewas dalam Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines, Jenis Pesawat Sama dengan Lion Air JT 610
Nurcahyo mengatakan di pesawat terdapat Maintenance Log (buku perawatan), pilot diwajibkan mengisi buku tersebut tentang apa yang mereka lihat saat menerbangkan pesawat.
Buku tersebut nantinya akan digunakan oleh teknisi untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki.
Pilot penerbangan selanjutnya juga diwajibkan membaca agar mengetahui masalah apa yang terjadi di pesawat sebelumnya dan perbaikan yang dilakukan.
"Hal ini akan menimbulkan kewaspadaan untuk pilot seandainya hal itu terjadi lagi di penerbangan mereka," terang Nurcahyo.
Selanjutnya Nurcahyo menjelaskan ada perbedaan kerja sama antar pilot dan kopilot dalam penerbangan rute Denpasar-Jakarta dan penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang.
"Di penerbangan Denpasar-Jakarta, saat mereka mengetahui pesawatnya ada masalah, kapten menyerahkan kepada kopilot untuk terbang, setelah itu dia mengamati dulu bagaimana kopilotnya terbang dan memberi masukan bagaimana cara menerbangkan dengan benar ," katanya.
• Masih Buron, Polisi Kejar Otak Pembunuhan PNS PU yang Jasadnya Dicor, Ternyata Tukang Gali Kubur
Setelah situasi terkendali, kapten kemudian berlanjut melaksanakan prosedur untuk mengatasi masalah yang ada.
Dalam penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang, Nurcahyo menjelaskan tidak ditemukan kerja sama dan komunikasi yang baik antar kapten pilot dan kopilot.
"Sementara di penerbangan 610 kita melihat kapten menerbangkan pesawat, dan kopilot melakukan prosedur, sehingga dua pilot ini sibuk dengan tugas masing-masing," paparnya.
Dalam rilis yang digelar Jumat (25/10/2019), KNKT membeberkan kombinasi human error dan kerusakan mesin menjadi penyebab jatuhnya Lion Air JT-610.