Buzzer Medsos
Haikal Hassan Geram dengan Tulisan Eko Kuntandhi soal Habib Rizieq, Sebut Gus Dur hingga Jokowi
Ketua II Haikal Hassan sempat menyentil pegiat media sosial, Eko Kuntadhi terkait tulisan mengenai Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Ketua II Haikal Hassan sempat menyentil pegiat media sosial, Eko Kuntadhi terkait tulisan mengenai Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq.
Dilansir oleh TribunWow.com melalui channel YouTube Indonesia Lawyers Club pada Selasa (8/10/2019).
Mulanya, Haikal Hassan menjelaskan bahwa aksi 212 selama ini berjalan aman dan damai.
• Haikal Hassan Geram dengan Buzzer karena Dianggap Sering Serang 212: Anies Baswedan Salah Apa?
Haikal menegaskan bahwa 212 itu patuh pada Joko Widodo (Jokowi) setelah sah terpilih menjadi presiden periode 2019-2024.
Meski sering mengkritik, namun 212 tetap patuh kepada mantan Wali Kota Solo tersebut.
"Kami tahu ayatullah wa atti rasul wa ullil amri, kita tuh tahu saat Jokowi tu dipilih."
"Kita tuh taat sama Jokowi, kalaupun kita kita kritik tetap dalam kerangka ketaaatan," tegas Haikal.
Ia membantah adanya tuduhan makar yang selama ini sering menyerang 212.
"Bagi kita pak mendirikan negara di atas negara tuh harga mati haram hukumnya, itu aqidah ahlu sunnah wa jamaah, jadi enggak usah curiga," seru Haikal.
Tak hanya 212, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga dianggap sering mendapat serangan oleh buzzer.
• Budi Setyarso Didebat Pegiat Medsos Eko Kuntadhi, Karni Ilyas Turun Tangan
Serangan itu tak berhenti sejak Pilkada Jakarta 2017 lalu.
"Jadi kalau saya beberkan ini kalau cuma satu jam ini, serangan buzzer ini padahal random 212 dan Anies Baswedan, apa salahnya Anies sampe sekarang diserang terus menerus," kata Haikal bertanya-tanya.
Kemudian, ia menegaskan selama ini padahal aksi 212 berjalan tanpa kerusuhan.
Kemudian, ia menegaskan selama ini aksi 212 berjalan tanpa kerusuhan.
"Dan 212 itu salahnya apa? Ada batu melayang? Enggak. Ada paku? Enggak. Ada kayu? Enggak. Tidak ada batu melayang, tidak ada paku, tidak ada gas air mata, tidak ada tameng," ujarnya.
Namun, Haikal bertanya-tanya mengapa 212 sering diserbu oleh buzzer.
"Wahai para buzzer kenapa seranganmu pada 212? 212 damai, tertib, kompak, akur," seru Haikal.
Bahkan, Haikal mengungkap saat aksi 212 berlangsung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir.
Meskipun, 212 sering dianggap tidak pro dengan Jokowi.
"Pak Jokowi hadir, Pak Tito (Kapolri-red) keynote speaker, polisi menjaga, saya panitia," jelasnya.
Selain itu, tempat bagi polisi juga telah disediakan oleh para penyelenggara aksi 212.
• Sentil Eko Kuntadhi soal Buzzer, Haikal Hassan: Bukan Mencerahkan Publik Bang, Ini Mencelakai Publik
"Kami kosongkan staf terdepan untuk para polisi, kami kosongkan semua," terang Haikal.
Tak sampai di situ, kerusuhan juga disebut tak terjadi saat gerakan 212.
"Karena apa? Kami kompak. Enggak ada tuh yang ribut, enggak ada tuh serangan, enggak ada gas air mata, enggak ada apapun," katanya.
Lantas, Haikal membongkar perintah Habib Rizieq saat ada sedikit kericuhan pada aksi 411.
Habib Rizieq saat itu meminta agar para anggota gerakan 411 untuk tetap tertib.
"Dan ketika gas air mata itu terbang tanggal 411, apa jawaban kami? Bahwa apa yang dipegang mic-nya oleh Habib Rizieq."
"Apa yang Habib Rizieq teriak? 'Duduk-duduk semua', diem, padahal gas air mata begitunya," cerita Haikal.
• Di ILC, Haikal Hassan Jelaskan Hukum Buzzer Bayaran dalam Islam: Saya Bersumpah demi Allah, Bang

Kemudian, Haikal menyinggung tulisan pegiat media sosial, Eko Kuntadhi yang sempat menulis tentang Habib Rizieq.
"Dan serangan Eko baru tiga hari yang lalu apa beberapa hari yang lalu, tanggal 6 ya Pak Eko."
"Lihat tuh orang 'Di Zaman Gus Dur (Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid) dia jahat, zaman SBY (Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono) dia jahat masuk penjara lagi, zaman Jokowi jahat lagi menyebar fitnah, kini kabur ke Arab Saudi masih jahat juga'," bebernya.
Dengan tegas, Haikal membantah opini Eko Kuntadhi itu.
"Ini tidak mencerahkan, bertentangan dengan apa yang ente katakan barusan," tegas Haikal.
Sehingga, ia meminta agar tulisan-tulisan itu berhenti disebar agar tercipta perdamaian terutama bagi para buzzer.
"Jadi temen-temen sekalian, hentikanlah. Saran saya ini pak hentikanlah, akurlah, kompaklah, damailah, apalagi 212 rumput tidak terinjak kok masih jadi sasaran buzzer," saran dia.
• Vasco Ruseimy Sebut Buzzer Oposisi Kini Takut Sampaikan Kritik: Soalnya Banyak yang Dipenjara
Lihat videonya mulai menit ke 16:27:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)