Dandhy Laksono Dijerat Ujaran Kebencian
Tanggapi Penangkapan Dandhy Laksono, Komedian asal Papua Mamat Alkatiri Peringatkan Arie Kriting
Komedian asal Papua, Mamat Alkatiri angkat suara soal penangkapan jurnalis Dandhy Dwi Laksono.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Seruan Bebaskan Dandhy Laksono
Penangkapan Dandhy Laksono mengejutkan publik.
Tagar #BebaskanDhandy pun menjadi trending topik di Twitter.
Tak hanya itu, sebuah petisi 'Save Dandhy' di laman change.org juga muncul.
Hingga Jumat (27/9/2019), pukul 07.00 WIB, petisi tersebut telah ditandatangani 3.315 orang.
• Dituduh Tebarkan Ujaran Kebencian, Dandhy Laksono Ditangkap, Begini Kronologinya
"Polda Jaya Metro Jaya menangkap Dandhy Dwi Laksono, seorang jurnalis dan pembuat film dokumenter sekaligus pengurus nasional Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.
Dandhy ditangkap di rumahnya di Pondokgede, Bekasi.
Berdasarkan keterangan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Dandhy ditangkap Kamis, 26 September 2019, sekitar pukul sebelas malam di kediamannya.
Dandhy ditangkap karena alasan posting di twitter mengenai Papua.
• Di Mata Najwa Moeldoko Panggil Ketua BEM UGM Bos dan Tertawa Dengar Argumennya, Lihat Reaksi Fatur
Penangkapan ini jelas bertentangan dengan kebebasan berpendapat dan berekspresi yang dijamin oleh Konstitusi Indonesia.
Sebagai sebuah negara demokrasi, setiap warga negara berhak secara merdeka untuk menyampaikan isi gagasannya di muka umum, termasuk di media sosialnya.
Atas penangkapan ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendesak Polda Metro Jaya melepaskan Dandhy Dwi Laksono dengan segera dan membebaskannya dari segala tuntutan hukum.
Revolusi Riza Z. - Sekjen AJI Indonesia
Catatan:
AJI merupakan organisasi jurnalis yang misinya memperjuangkan kebebasan pers, kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi dan kebebasan berserikat; meningkatkan profesionalisme; serta meningkatkan kesejahteraan jurnalis.
• Respons Jokowi dan Kapolri soal Demo Masiswa Dinilai Terlambat, KontraS Beri Kecaman