Breaking News:

Bencana Kabut Asap Karhutla

Ini Cara Membuat Hujan Buatan untuk Mencegah Kebakaran Hutan Meluas, Bawa Berton-ton Semai Garam

Hujan buatan menjadi satu di antara cara pemerintah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau dan Sumatera meluas

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
(KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA)
Kabut asap tebal menyelimuti kota Palembang, akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi disejumlah wilayah Sumatera Selatan. Akibat kabut ini, kondisi udara di Palembang sempat masuk ke level berbahaya.Hujan buatan menjadi satu di antara cara pemerintah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau dan Sumatera meluas. 

Dengan rincian Kabupaten Rokan Hilir 40 titik, Pelalawan 12 titik, Inhil 6 titik, Dumai 5 titik, Inhu dan Kuansing masing-masing 3 titik dan Kampar bersama Bengkalis masing-masing 2 titik.

Sedangkan di provinsi lain masih terpantau 423 titik, Jambi 60 titik, Babel 58 titik, Lampung 55 titik, Kepri 18 titik, Sumut 8 titik, Sumbar 4 titik dan Bengkulu 2 titik.

Dampak Kabut Asap di Kalbar, Jemaah Haji Batal Mendarat hingga Sekolah Diliburkan

Puluhan Ribu Warga Kalsel Terserang ISPA

Selain di Riau, bencana kabut asap juga terasa di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dampak dari asap yang harus dihirup masyarakat Kalimantan Selatan membuat puluhan ribu terserang Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Data Dinas Kesehatan Kalsel, sudah 20.000 warga yang terserang ISPA, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Minggu (15/9/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, HM Muslim, menyebutkan dari Bulan Agustus dan pertengahan Bulan September menjadi catatan terparah.

"Ini terus meningkat, Agustus hingga pertengahan bulan ini yang paling banyak laporannya masuk," ujar Muslim.

Disebutkannya, bahwa warga mengatakan rata-rata mengeluh batuk dan sesak napas.

"Laporan dari kawan-kawan di kabupaten dan kota, kebanyakan warga yang memeriksakan diri ke Puskesmas mengeluhkan batuk dan sesak nafas," ujar Muslim.

Media Internasional Soroti Masalah Kabut Asap, Indonesia Dibandingkan dengan Malaysia soal Titik Api

 

Sebuah minibus terperosok setelah melewati kabut asap di Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu (14/9/2019).
Sebuah minibus terperosok setelah melewati kabut asap di Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu (14/9/2019). ((KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR))

Dan saat ini ada empat kabupaten dan kota yang warganya paling banyak menderita ISPA

Yakni Hulu Sungai Utara, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

Pihaknya pun menghimbau agar masayarakat tak beraktifitas di luar rumah.

"Kualitas udara kita sudah menghawatirkan, sebaiknya warga mengurangi aktifitas di luar rumah," ucapnya.

Dan untuk melakukan penanganan masayarakat yang menderita ISPA, pihaknya telah membuka pelayanan kesehatan 24 jam.

"Untuk daerah-daerah yang parah, yang tinggi kasus ISPA, kita minta Puskesmas di sana buka 24 jam," tutur Muslim.

(TribunWow.com/Mariah Gipty/ Roifah Dzatu Azmah)

Tags:
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)Kebakaran HutanBencana kabut asap karhutlaHujan Buatan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved