Breaking News:

Revisi UU KPK

Sudjiwo Tedjo Kritik Ucapan Fahri Hamzah di ILC soal OTT KPK di Indonesia: Saya Agak Keberatan

Pekerja seni Sudjiwo Tedjo menuturkan tak setuju dengan ucapan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengenai operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Ini alasannya.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
Capture YouTube Indonesia Lawyers Club
Budayawan Sudjiwo Tedjo menuturkan tak setuju dengan ucapan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengenai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

TRIBUNWOW.COM - Pekerja seni Sudjiwo Tedjo menuturkan tak setuju dengan ucapan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, mengenai operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini diungkapkan oleh keduanya saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Lawyers Club dengan tema 'KPK Mau Diperkuat atau Diperlemah?, dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (10/9/2019).

Mulanya Sudjiwo Tedjo mengaku keberatan dengan ucapan Fahri Hamzah yang menyebut OTT KPK membuat orang malas untuk berinvestasi di Indonesia.

Sudjiwo Tedjo merasa justru hal itu berlaku kebalikannya.

"Dan saya agak keberatan juga Mas Fahri, bahwa OTT itu membuat investor jadi mikir dua kali untuk datang ke sini," ujar Sudjiwo Tedjo.

Dikatakan Sudjiwo Tedjo, jika dirinya menjadi investor, justru akan tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.

"Saya lagi berpikir, kalau saya investor, orang asing ya, mau investasi terus di Indonesia ada banyak penangkapan, saya malah jadi investasi Pak, karena pasti bersih," paparnya.

DPR Bukukan Penyimpangan yang Dilakukan KPK, Arteria Dahlan: Saya Kasih ke Pak Karni Satu

"Bukan malah 'Negeri kamu kok kotor banget banyak penangkapan', kan mestinya 'Negara kamu kok bagus banget penegakan hukumnya', saya malah mau berinvestasi," jelas Sudjiwo Tedjo.

Sejumlah penonton yang hadir di studio juga terdengar bertepuk tangan.

Sedangkan menurut Sudjiwo Tedjo, jika memang ada banyak investor yang ragu ke Indonesia, mungkin karena sebab lain.

"Jadi jangan-jangan investasi enggak datang bukan karena OTT itu, tapi karena kepastian-kepastian hukum yang lain, mejanya terlalu banyak misalnya," ungkapnya.

Sedangkan, ia juga membahas sifat indepensi yang dimiliki setiap orang.

"Soal independensi saya enggak ngerti beliau ini belajarnya lembaga independen apa pengawas sudahlah nggak usah mikir terlalu banyak," kata Sudjiwo tedjo.

"Soal independen yang paling berlaku kata kyai saya waktu zaman SD Alhamdullilahirobil Alamin itu artinya segala terima kasih mengerucutnya ke sana," sebutnya.

Fahri Hamzah Nilai Banyaknya Penangkapan KPK Bisa Kurangi Investor, Sudjiwo Tedjo Bantah Begini

Budayawan Sudjiwo Tejo secara blak-blakan mengungkapkan dirinya curiga terhadap DPR.
Budayawan Sudjiwo Tejo secara blak-blakan mengungkapkan dirinya curiga terhadap DPR. (Channel Youtube Indonesia Lawyers Club)

Sudjiwo Tedjo lantas menuturkan bahwa semua orang tak ada orang yang benar-benar bebas dari pengaruh orang lain.

"Kalau saya di undang ke sini, saya bilang terima kasih itu hanya basa basi, karena emang magis ke sana (menunjuk ke atas), dengan begitu kita akan independen. Segalak-galaknya di sini saya diawasi istri saya istri saya takut sama anak saya," katanya.

Bahkan sosok Presiden Joko Widodo sekalipun akan takut saat seorang tukang cukur memegang kepalanya.

"Pak Jokowi mungkin takut sama tukang cukur, enggak ada penguasa secara kebudayaan, semua melingkar."

"Kalau soal curiga mencurigai, nah itu genetik sekarang makin lama makin curiga karena mereka yang curigalah yang hidup hingga meneruskan gennya."

"Begitu ada macan ada gerombolan-gerombolan itu goyang-goyang itu pasti ada macan, kita lari, kita yang selamat."

"Kalau yang enggak lari, ini teori evolusi dimakan macan ya punah," katanya.

"Sehingga manu sapiens yang berlangsung hidupnya itu yang penuh kecurigaan termasuk kecurigaan saya terhadap DPR," pungkasnya.

Sebut KPK Bertindak seperti Oposisi, Nawawi Pomolango: Saya Sangat Setuju UU KPK Direvisi

Lihat videonya di menit ke 3.36

Sedangkan sebelumnya, Fahri Hamzah menyebutkan bahwa tak ada lembaga di Indonesia yang mengerti kondisi KPK.

"Bahwa tidak ada lembaga negara yang mengerti apa yang terjadi di dalam KPK itu," ujar Fahri Hamzah.

Ia mengatakan bahwa saat Jokowi meminta agar para investor ke Indonesia, ada yang mereka ragukan.

Yakni banyaknya OTT KPK yang terjadi.

"Mereka enggak tahu misalnya presiden di luar negeri, 'Come to my country, come invest to my country', kaya begitu, tiba-tiba di sini ada pengakapan orang tiap hari," paparnya.

"Jadi yang punya uang di luar bilang 'Bagaimana Bapak presiden ini, ngajak datang ke sana, sana banyak maling, ya enggak bisa lah'."

"Akhirnya kan pertumubuhan ekonominya mandek. Basisnya utang, mencabut subsidi. Beda utang sama investasi lho," pungkas Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah bahkan mengaku pernah memperingatkan presiden.

"Saya menyampaikan ini menurut saya karena ini sudah puncak."

"Terserah, saya mengatakan pada presiden, 'Pak waspada dengan ekonomi'," kata Fahri Hamzah.

Menurutnya, jika masih terlihat banyak tindak korupsi di Indonesia, maka investor tidak akan datang.

"Duit ini sifatnya pengecut. Kalau keadaan belum aman, belum pasti, dia enggak mau datang," jelasnya.

Soal Revisi UU KPK, Jokowi: Jangan sampai Independensi KPK Menjadi Terganggu

Fahri Hamzah lantas mencontohkan banyak investor yang justru memilih Vietnam.

"Tapi kalau kacau sedikit, dia kabur pak. Sekarang lihat Asean, Vietnam yang mengambil semua keuntungan ini. Karena ada kepastian," ujarnya.

Padahal menurut Fahri Hamzah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berusaha untuk menarik investor datang ke Indonesia

"Kita enggak ada. Kurang apa presiden pidatonya sampai seperti orang minta-minta itu di luar negeri, come to my country, invest (datang ke negaraku, berinvestasi -red)," lanjutnya.

"Enggak datang-datang orang, angka-angkanya kelihatan kok," imbuh dia.

Sehingga, Fahri Hamzah meminta agar perdebatan revisi KPK segera diakhiri.

Pejabat diharapkan berani memperbaiki sistem KPK itu.

"Nah, jadi akhirilah ini pakai nalar kita dan yang lebih lagi pakailah keberanian kita untuk menyelamatkan sistem hukum kita," ungkapnya.

Fahri Hamzah blak-blakkan kalau dirinya tidak percaya dengan undang-undang sekarang yang banyak dicampuri kepentingan pribadi atau kelompok.

UU KPK Direvisi DPR dan Bahas Sistem Pengawasan, Arteria Dahlan Minta untuk Lebih Percaya Pengadilan

"Saya lebih percaya kepada yang membuat undang-undang dulu. Jernih, belum mengambil keuntungan. Tapi kalau yang sudah mengambil keuntungan dari undang-undang, ini saya enggak percaya. Saya percaya pada yang dulu," tandasnya.

Lihat videonya di menit ke 6.13:

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah/ Mariah Gipty)

WOW TODAY:

Tags:
Revisi UU KPKSudjiwo TedjoIndonesia Lawyers Club (ILC)Fahri Hamzah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved