Breaking News:

Bocah Korban Bully Meninggal Dunia

8 Fakta Bocah TK Tewas Dibully Teman: Kronologi Ditolak 2 Rumah Sakit hingga Langkah Keluarga

FA, bocah berusia enam tahun asal Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia seusai di-bully oleh teman mainnya, pada akhir Bulan Agustus. Ini faktanya.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
FB Fatir Ahmad
Sri Ani Lestari/Ani (38), ibunda FA (6) korban bullying yang tewas 'menohok' ibu terduga pelaku saat berkomunikasi melalui telepon. 

Sri Ani Lestari/Ani (38), ibunda FA sempat mengunggah video di akun Facebooknya, yang memperlihatkan anaknya merintih sakit.

Dalam video itu, FA menyebutkan nama temannya, IB yang membuatnya sakit.

Video tersebut lantas menyebar di media sosial.

Dalam video itu, FA terlihat memberitahukan kepada ibunya, Ani.

"Ini gara-gara IB ma," ucap FA yang terbaring lemah di tempat tidur dengan selang di tangannya.

Dengan nafas tersengal-sengal, FA mengungkapkan ia ingin IB ditangkap pihak kepolisian.

"IB harus ditangkap polisi ma," kata FA.

Ungkap Tetangganya Dirasuki Arwah Anaknya yang Tewas Dibully, Ani: Bakal Ikutin Pelaku, Biar Ngaku

FA kembali menegaskan I yang membuatnya merasa sakit.

"Udah bikin sakit," ucap FA.

Ani juga terdengar berusaha menenangkan sang putra.

"Entar dilaporin polisi ya IB nya," kata Ani.

"Istigfar, istigfar," pinta Ani kepada FA.

FA pun terdengar mengucapkan apa yang diminta ibunya.

"Astagfirullah," ucap bocah berwajah tampan itu.

Sementara itu, video yang memperlihatkan FA meringis kesakitan dan menyebut nama IB telah dihapus oleh Ani.

Sedangkan video itu telah diunggah oleh akun Instagram @yuni_rusmini, pada Jumat (6/9/2019).

video yang memperlihatkan FA meringis kesakitan dan menyebut nama I sebagai pelaku.
video yang memperlihatkan FA meringis kesakitan dan menyebut nama I sebagai pelaku. (FB Yuni Rusmini)

6. Reaksi Ayah IB

Ayah IB, yang berinisial SP mengaku kaget dengan tudingan yang dilayangkan kepada anaknya.

Hal ini lantaran berita anaknya dituding mem-bully terlebih dulu menyebar di media sosial, sedangkan ia tak memiliki smartphone.

Istrinya pun tak mengerti menggunakan media sosial.

"Saya kaget, saya juga dikasih tahu tetangga sini saja kalau itu viral, saya soalnya enggak main medsos, orang hp saya cuma hp begini, sama istri juga enggak ngerti main itu," kata SP, dikutip TribunWow.com dari Tribun Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Tudingan ini pun diakuinya tersiksa dan membuatnya tak tega kepada sang anak.

"Anak saya enggak tahu sama sekali, namanya anak-anak, kasian dia enggak tahu apa-apa tapi di luar sana lagi ramai dituduh, enggak tega saya melihatnya," ucapnya.

SP pun mengaku hanya bisa pasrah dengan nasib sang anak.

"Pasrah aja serahin sama Allah, kita cuma orang kecil enggak tahu apa-apa, Allah maha tahu mana yang benar mana yang salah," jelas SP.

"Saya enggak tahu, yang tahu orangtuanya (korban), saya enggak pernah lihat sendiri," katanya.

Ibu dari Bocah Korban Bully Ungkap Hal Aneh sebelum Anaknya Meninggal, Ditolak Sejumlah Rumah Sakit

7. Hubungan IB dan FA

Disebutkan SP, rumahnya dan Ani bersebelahan di Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi.

Ia mengatakan IB merupakan siswa SD kelas 3, sedangkan FA baru saja lulus TK.

Keduanya kerap bertemu untuk mengikuti pengajian setiap maghrib di rumahnya.

"Anak saya sekolah kelas tiga SD, kalau dia (FA) belum sekolah, setiap hari masuk siang anak saya pulang sore, ya kalau main sama siapa saja enggak cuma sama anak saya saja," kata SP.

8. Keluarga IB Tak Hubungi Keluarga Ani

Ani menyebut keluarga IB hingga kini, Selasa (10/9/2091), tak memiliki niat baik bahkan sekadar menghubunginya.

"Video ini sudah viral kan, apalagi mereka tahu nomor saya, harusnya telepon lah ada itikad baiknya gitu," ujar Ani, dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.com, Selasa (10/9/2019).

Ani mengaku tak ingin jika harus pihaknya yang terlebih dahulu menghubungi.

Bahkan kasus ini telah merenggut anaknya.

Ia mengatakan jika tak ada niat baik dari keluarga IB, maka pihaknya akan ke ranah hukum.

"Jangan menyalahkan kami kalau sampai nanti tidak ada itikad baik, apalagi sudah saya kasuskan ini," ucap dia.

Ani juga mengukapkan, ditangkapnya IB juga merupakan keinginan FA sebelum meninggal.

"Kalau dari saya sendiri saya ingin permasalahan ini di proses hukum, ingin memenuhi keinginan FA," kata Ani.

Meski begitu, ayah FA, Ruhiyat (38) menuturkan akan membicarakan kasus ini kepada keluarganya.

"Masih mau diobrolkan lagi dengan keluarga. Keluarga saya dan keluarga istri, baiknya ke depan seperti apa," ujar Ruhiyat, di kediamannya di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Selasa (10/9/2019)

"Saya takutnya kalau sekarang, takut salah langkah. Saya akan diskusikan terlebih dahulu, menenangkan diri dulubagi keluarga kami yang sedang berkabung," ucap dia.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

WOW TODAY

Halaman 4/4
Tags:
Kasus BullyingBocah Korban Bully Meninggal DuniaBekasi
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved