Bocah Korban Bully Meninggal Dunia
8 Fakta Bocah TK Tewas Dibully Teman: Kronologi Ditolak 2 Rumah Sakit hingga Langkah Keluarga
FA, bocah berusia enam tahun asal Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia seusai di-bully oleh teman mainnya, pada akhir Bulan Agustus. Ini faktanya.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kasus pem-bully-an yang menyebabkan hilangnya nyawa kembali terjadi di Indonesia.
FA, bocah berusia enam tahun asal Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia seusai di-bully oleh teman mainnya, pada akhir Bulan Agustus, sekitar pukul 15.00 WIB.
Ibu FA, mengungkapkan kondisi FA yang parah sempat ditolak oleh rumah sakit.
Berikut sejumlah fakta yang dirangkum TribunWow.com, dari FA yang tewas di-bully hingga sempat dikira tetanus.
1. Kronologi Pem-bully-an
Kronologi berawal pada akhir Bulan Agustus 2019, FA dan rekannya bermain di dekat rumah, di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada pukul 15.00 WIB, dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, Selasa (10/9/2019).
Ani menuturkan saat itu ia melihat FA sedang bermain dengan temannya berinisial IB.
Saat sedang bermain, ANi meminta FA untuk segera pulang dan masuk ke rumah untuk mandi, namun permintaan Ani ditolak FA lantaran masih ingin bermain.
• Anaknya Viral Disebut Pelaku Pembully FA hingga Tewas, Orangtua IB: Kasihan, Anak Saya Ramai Dituduh
Ani lantas kembali ke rumah, namun tiba-tiba ia mendengar FA menangis.
"Lima menit sebelum kejadian pemukulan, saya nyuruh FA mandi, tapi dia menolak. Saat saya ingin masuk ke dalam rumah karena FA masih ingin bermain, belum sempat masuk, masih di teras, saya mendengar FA menangis," ungkap Ani.
Ani mendapatkan informasi oleh teman korban, bahwa anaknya telah dipukul oleh teman sepermainannya yang berinisial IB.
Mendengar hal itu, Ani kemudian bertanya pada FA sakit atau tidak.
"Ketika saya tanya,'Dek sakit enggak?' Anak saya menjawab 'Enggak, mah'. Karena anak saya menjawab kayak gitu dan tidak kelihatan ada luka, saya tidak menegur anak itu (inisial I) dan saya tidak memperpanjang permasalahan tersebut karena tidak ingin ribut dengan tetangga," ucap dia.
• Keinginan Terakhir FA, Bocah TK yang Tewas Di-bully oleh Temannya Diungkap sang Ibunda
2. Kondisi FA Drop
Seusai pemukulan, kondisi tubuh FA menunjukkan tanda-tanda tak sehat.
FA mengalami muntah-muntah dan Ani hanya mengira akibat ditonjok.
Ia pun memberikan minyak kayu putih kepada anaknya.
Akan tetapi di hari kedua setelah pemukulan, FA justru tak bisa menggerakkan ketiaknya karena ada tiga benjolan.
"Saya langsung oleskan freshcare untuk menghilangkan benjolan tersebut," ucapnya.
Di hari ketiga, FA tak bisa membuka mulutnya dan kesulitan makan.
Ada pembengkakan juga yang terjadi di rahang FA.
"Saya kira itu amandel, soalnya ada bengkakkan juga di rahangnya, saya juga sempat manggil tukang urut. Namun di tengah malam pukul 02.00 WIB, anak saya makin parah dengan kondisi kejang-kejang," ujar Ani.
3. Ditolak RS
Ani beserta suaminya kemudian berinisiatif membawa FA ke spesialis syaraf, namun kedatangannya ditolak.
Ia lantas beralih ke Rumah Sakit di Bekasi dan juga mengalami penolakan.
Akhirnya, ia menuju ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta.
"Ya sudah karena ditolakin semua, saya langsung bawa ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur," katanya.
• Ibu Korban Ungkap Respons Keluarga Terduga Pelaku yang Bully FA hingga Tewas: Tak Ada Itikad Baik
Di sana, FA diperiksa dan kondisinya membuat bingung tiga dokter.
Diprediksi awal, FA terjangkit tetanus, namun tak ada luka di tubuh bocah malang tersebut.
"Prediksi awal anak saya mengidap penyakit tetanus, tapi ketika diperiksa tidak ada luka atau goresan di tubuh anak saya. Maka langsung lakukanlah rontgen, tapi 3 dokter tidak mengetahui penyakit apa yang diderita anak saya, soalnya anak saya kejang kayak tetanus tapi tidak ada luka di tubuhnya," ujar Ani, Senin (9/9/2019).
Ternyata seusai diperiksa, FA kejang-kejang lantaran lidah FA telah tergigit dan kondisinya kritis.
Saat akan dipakaikan selang, FA menghembuskan napas terakhirnya, pada pukul 12.00 WIB, Jumat (30/9/2019).
"Setelah diketahui dan anak saya dalam kondisi kritis, saat mau pakai selang untuk paru-paru anak saya sudah tidak ada," ucap dia.
4. Ani Tanyakan Keluarga IB
Ani yang saat itu menemani FA di rumah sakit, mengaku menelepon ibu IB untuk meminta pertanggungjawaban, dikutip TribunWow.com dari Tribun Jabar, Selasa (10/9/2019).
"Ketika anak saya menceritakan di rumah sakit bahwa telah dipukul rahangnya oleh inisial I itu, saya langsung telepon orang tua IB itu," ujar Ani, pada Senin (9/9/2019), di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Ia menceritakan, bahwa orangtua IB mengelak anaknya melakukan bully dan pemukulan kepada FA.
Pengelakan itu disertai ucapan bahwa bukan hanya I yang melakukan pemukulan kepada FA.
"Ngelaknya ya gitu, merasa bahwa bukan cuma anaknya yang mukuli anak saya, harusnya kalau sudah sering melihat anak-anak berantem, ya, dipisahkan, jangan diam saja," ucap dia.
• Ucapan Ibu Bocah yang Tewas Dibully pada Orangtua Terduga Pelaku Membuat Mereka Terdiam
Sedangkan, Ani menuturkan sebenarnya saat kejadian pemukulan terjadi, ibu IB telah mengetahui hal itu terlebih dulu.
Namun tak ada inisiatif ibu IB untuk menanyakan kondisi FA.
"Waktu sore itu pas kejadian, temannya kan ngomong ke ibunya (Ibu IB) bahwa anaknya sudah memukul FA, tapi dia (ibunya) sama sekali tidak menghampiri untuk sekadar menanyakan kondisi, sama sekali tidak," kata Ani.
Ani lantas mengatakan pada ibu IB bagaimana jika ia ada di posisinya saat ini, dengan kondisi FA yang kritis saat itu.
"Setelah ortunya ngelak terus, saya coba mengibaratkan kalau dibalik kayak gitu, anaknya yang jadi korban, dan anak saya jadi pelaku. Setelah itu mereka diam," ujarnya.
5. Video Rintihan FA Viral
Sri Ani Lestari/Ani (38), ibunda FA sempat mengunggah video di akun Facebooknya, yang memperlihatkan anaknya merintih sakit.
Dalam video itu, FA menyebutkan nama temannya, IB yang membuatnya sakit.
Video tersebut lantas menyebar di media sosial.
Dalam video itu, FA terlihat memberitahukan kepada ibunya, Ani.
"Ini gara-gara IB ma," ucap FA yang terbaring lemah di tempat tidur dengan selang di tangannya.
Dengan nafas tersengal-sengal, FA mengungkapkan ia ingin IB ditangkap pihak kepolisian.
"IB harus ditangkap polisi ma," kata FA.
• Ungkap Tetangganya Dirasuki Arwah Anaknya yang Tewas Dibully, Ani: Bakal Ikutin Pelaku, Biar Ngaku
FA kembali menegaskan I yang membuatnya merasa sakit.
"Udah bikin sakit," ucap FA.
Ani juga terdengar berusaha menenangkan sang putra.
"Entar dilaporin polisi ya IB nya," kata Ani.
"Istigfar, istigfar," pinta Ani kepada FA.
FA pun terdengar mengucapkan apa yang diminta ibunya.
"Astagfirullah," ucap bocah berwajah tampan itu.
Sementara itu, video yang memperlihatkan FA meringis kesakitan dan menyebut nama IB telah dihapus oleh Ani.
Sedangkan video itu telah diunggah oleh akun Instagram @yuni_rusmini, pada Jumat (6/9/2019).
6. Reaksi Ayah IB
Ayah IB, yang berinisial SP mengaku kaget dengan tudingan yang dilayangkan kepada anaknya.
Hal ini lantaran berita anaknya dituding mem-bully terlebih dulu menyebar di media sosial, sedangkan ia tak memiliki smartphone.
Istrinya pun tak mengerti menggunakan media sosial.
"Saya kaget, saya juga dikasih tahu tetangga sini saja kalau itu viral, saya soalnya enggak main medsos, orang hp saya cuma hp begini, sama istri juga enggak ngerti main itu," kata SP, dikutip TribunWow.com dari Tribun Jakarta, Selasa (10/9/2019).
Tudingan ini pun diakuinya tersiksa dan membuatnya tak tega kepada sang anak.
"Anak saya enggak tahu sama sekali, namanya anak-anak, kasian dia enggak tahu apa-apa tapi di luar sana lagi ramai dituduh, enggak tega saya melihatnya," ucapnya.
SP pun mengaku hanya bisa pasrah dengan nasib sang anak.
"Pasrah aja serahin sama Allah, kita cuma orang kecil enggak tahu apa-apa, Allah maha tahu mana yang benar mana yang salah," jelas SP.
"Saya enggak tahu, yang tahu orangtuanya (korban), saya enggak pernah lihat sendiri," katanya.
• Ibu dari Bocah Korban Bully Ungkap Hal Aneh sebelum Anaknya Meninggal, Ditolak Sejumlah Rumah Sakit
7. Hubungan IB dan FA
Disebutkan SP, rumahnya dan Ani bersebelahan di Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi.
Ia mengatakan IB merupakan siswa SD kelas 3, sedangkan FA baru saja lulus TK.
Keduanya kerap bertemu untuk mengikuti pengajian setiap maghrib di rumahnya.
"Anak saya sekolah kelas tiga SD, kalau dia (FA) belum sekolah, setiap hari masuk siang anak saya pulang sore, ya kalau main sama siapa saja enggak cuma sama anak saya saja," kata SP.
8. Keluarga IB Tak Hubungi Keluarga Ani
Ani menyebut keluarga IB hingga kini, Selasa (10/9/2091), tak memiliki niat baik bahkan sekadar menghubunginya.
"Video ini sudah viral kan, apalagi mereka tahu nomor saya, harusnya telepon lah ada itikad baiknya gitu," ujar Ani, dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.com, Selasa (10/9/2019).
Ani mengaku tak ingin jika harus pihaknya yang terlebih dahulu menghubungi.
Bahkan kasus ini telah merenggut anaknya.
Ia mengatakan jika tak ada niat baik dari keluarga IB, maka pihaknya akan ke ranah hukum.
"Jangan menyalahkan kami kalau sampai nanti tidak ada itikad baik, apalagi sudah saya kasuskan ini," ucap dia.
Ani juga mengukapkan, ditangkapnya IB juga merupakan keinginan FA sebelum meninggal.
"Kalau dari saya sendiri saya ingin permasalahan ini di proses hukum, ingin memenuhi keinginan FA," kata Ani.
Meski begitu, ayah FA, Ruhiyat (38) menuturkan akan membicarakan kasus ini kepada keluarganya.
"Masih mau diobrolkan lagi dengan keluarga. Keluarga saya dan keluarga istri, baiknya ke depan seperti apa," ujar Ruhiyat, di kediamannya di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Selasa (10/9/2019)
"Saya takutnya kalau sekarang, takut salah langkah. Saya akan diskusikan terlebih dahulu, menenangkan diri dulubagi keluarga kami yang sedang berkabung," ucap dia.
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)
WOW TODAY
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sri-ani-lestariani-38-dan-fa-6-korban-bullying-yang-tewas.jpg)